TABANAN — Seekor king kobra jantan berukuran 3,5 meter membuat geger warga Banjar Suraberata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Bali. Ular berbisa itu masuk ke pemukiman dan menimbulkan keresahan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim Reptil Asih Tabanan.
Bagaimana Warga Menyadari Keberadaan King Kobra?
Kemunculan ular tersebut pertama kali diketahui saat warga melihatnya merayap di dekat permukiman pada siang hari. Ukurannya yang besar dan jenisnya yang berbisa langsung memicu kepanikan di lingkungan padat penduduk tersebut.
Warga berusaha mengamankan area sekitar dan segera menghubungi tim penyelamat reptil. Beberapa warga mengaku baru pertama kali melihat ular sebesar itu masuk hingga ke pekarangan rumah.
Proses Evakuasi Ular Berbisa oleh Tim Reptil Asih
Tim Reptil Asih Tabanan yang memiliki pengalaman menangani berbagai jenis ular langsung bergerak ke lokasi. Dengan peralatan khusus, mereka berhasil mengamankan king kobra jantan tersebut tanpa melukai hewan maupun warga sekitar.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit. Ular yang sudah dijinakkan kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibawa ke tempat penampungan yang aman untuk selanjutnya akan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman.
King Kobra: Ular Paling Berbahaya di Asia?
King kobra dikenal sebagai salah satu ular berbisa paling mematikan di Asia. Racunnya bersifat neurotoksin yang dapat menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan pada manusia jika tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Ukuran king kobra jantan dewasa bisa mencapai 5 meter, menjadikannya ular berbisa terpanjang di dunia. Kemunculannya di pemukiman sering kali disebabkan oleh terganggunya habitat alami akibat alih fungsi lahan atau perubahan musim.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Ular Besar Masuk Rumah?
Warga diimbau untuk tidak panik dan tidak mencoba menangkap atau membunuh ular secara langsung. Langkah pertama adalah menjaga jarak aman minimal 3 meter dan segera menghubungi tim penyelamat hewan atau pemadam kebakaran setempat.
Tim Reptil Asih Tabanan juga mengingatkan agar warga tidak menyiram ular dengan air panas atau benda berbahaya lainnya karena dapat memicu serangan. Evakuasi oleh tenaga profesional adalah cara paling aman bagi manusia dan hewan.
Apakah king kobra sering masuk ke pemukiman di Bali?
Kasus kemunculan king kobra di pemukiman warga Bali memang cukup sering terjadi, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan hutan atau lahan terbuka. Musim hujan dan pembukaan lahan menjadi faktor utama ular mencari tempat baru.
Berapa lama proses evakuasi ular besar seperti ini?
Proses evakuasi king kobra sepanjang 3,5 meter oleh tim profesional biasanya memakan waktu 20 hingga 60 menit, tergantung kondisi lokasi dan perilaku ular. Tim Reptil Asih Tabanan menyelesaikan evakuasi di Selemadeg Barat dalam waktu sekitar setengah jam.
Ke mana ular hasil evakuasi akan dibawa?
Ular yang berhasil diamankan akan ditampung sementara di fasilitas penangkaran atau pusat rehabilitasi satwa. Setelah kondisi dipastikan sehat, ular akan dilepasliarkan kembali ke habitat alami yang jauh dari pemukiman penduduk untuk menghindari konflik serupa.