KARANGASEM — Dua kali pencurian sapi terjadi di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, dalam beberapa pekan terakhir. Aksi ini membuat kalangan peternak di kawasan yang dikenal dengan sebutan Gumi Lahar itu resah bukan main.
Kapolres Karangasem menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan titik terang dalam pengusutan kasus tersebut. Namun, ia belum merinci lebih lanjut temuan itu demi kelancaran proses penyelidikan.
Awal Mula: Dua Laporan Masuk dalam Waktu Berdekatan
Laporan pertama diterima warga pada pekan lalu ketika seekor sapi milik peternak di Banjar Dinas Talibeng, Desa Abang, raib pada malam hari. Pemilik baru menyadari kehilangan saat hendak memberi pakan ternak di kandang keesokan paginya.
Tak berselang lama, laporan kedua datang dari peternak di desa tetangga. Modus yang digunakan pelaku disebut serupa: masuk ke kandang saat pemilik sedang terlelap, lalu menggiring sapi keluar melalui jalan setapak.
Bagaimana Pelaku Beraksi?
Dari keterangan sementara yang dihimpun, pelaku diduga sudah memetakan titik kandang yang jauh dari pemukiman penduduk. Akses jalan setapak di area perkebunan menjadi jalur favorit untuk membawa kabur ternak tanpa menimbulkan kecurigaan.
“Kandang saya di belakang rumah, tapi maling tetap berani masuk. Padahal sapi itu sumber penghidupan utama,” ujar seorang peternak di Abang yang enggan disebut namanya.
Apa Langkah Polisi Selanjutnya?
Polres Karangasem telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Tim Resmob juga dikerahkan untuk memburu pelaku berdasarkan petunjuk yang disebut Kapolres sebagai titik terang.
Pihak kepolisian mengimbau peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Memasang lampu penerangan di sekitar kandang atau bergilir menjaga ternak bersama tetangga disarankan sebagai langkah antisipasi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pencurian ternak masih menjadi ancaman serius bagi peternak di daerah, khususnya di wilayah yang kandangnya tersebar dan minim pengawasan.