Pencarian

Rupiah Tembus Rp18.173 per Dolar AS, BI Habiskan Rp182 Triliun Intervensi Pasar — Namun Anggaran MBG, Danantara, dan Koperasi Merah Putih Justru Dipertanyakan

Kamis, 11 Juni 2026 • 10:21:01 WIB
Rupiah Tembus Rp18.173 per Dolar AS, BI Habiskan Rp182 Triliun Intervensi Pasar — Namun Anggaran MBG, Danantara, dan Koperasi Merah Putih Justru Dipertanyakan
Rupiah melemah hingga Rp18.173 per Dolar AS meski BI intervensi pasar dengan Rp182 triliun.
ini menempatkan rupiah sebagai salah satu dari lima mata uang terlemah di dunia. Bank Indonesia (BI) telah menggelontorkan sekitar US$10 miliar atau setara Rp182 triliun dari cadangan devisa untuk menahan laju pelemahan, namun tekanan terhadap rupiah tak kunjung reda. Di luar guncangan global, para pengamat menilai kondisi ini diperparah oleh desain kebijakan fiskal yang membebani anggaran negara — termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan pembentukan Danantara. ISI:

JAKARTA — Intervensi pasar valuta asing yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mulai menyeret cadangan devisa nasional ke jurang kritis. Hingga Mei 2026, BI telah mengeluarkan dana sebesar US$10 miliar untuk menstabilkan rupiah. Namun, upaya ini dinilai sia-sia jika hanya mengandalkan instrumen moneter semata.

"Mengandalkan intervensi moneter secara terus-menerus sebagai instrumen utama stabilisasi nilai tukar ibarat mencoba menahan ombak dengan kedua tangan," tulis analis dalam laporan yang dikutip dari The Conversation. "Sumber dayanya akan habis. Tekanannya tidak berkurang. Pada akhirnya, kita berisiko kehilangan kepercayaan investor."

Tiga Program Besar yang Menguras APBN di Tengah Krisis

Di tengah tekanan nilai tukar yang kian berat, pemerintah justru menjalankan tiga program mercusuar dengan anggaran jumbo. Pertama, Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan turun menjadi sekitar Rp200 triliun. Program ini diklaim mampu menciptakan lapangan kerja, namun justru diguncang kasus dugaan penyalahgunaan yang menjerat eks petinggi Badan Gizi Nasional.

Kedua, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp84 triliun dari APBN dan Rp34,57 triliun dari dana desa untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ketiga, pembentukan Danantara yang mengalihkan dividen BUMN dari kas negara ke lembaga baru tersebut. Hingga tahun 2024, seluruh BUMN menyetor Rp85,5 triliun ke kas negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kini, aliran itu terputus.

BI Jadi Kambing Hitam, Celah Fiskal Terabaikan

Bank Indonesia kerap menjadi sasaran kritik saat nilai tukar rupiah melemah. Padahal, persoalan yang dihadapi saat ini bukan semata-mata dari sisi moneter. "Ada celah besar pada sisi fiskal yang membuat kita sampai pada kondisi ini," tegas laporan tersebut. Mengandalkan BI seorang diri untuk memperkuat rupiah sama saja dengan menggarami lautan.

Tekanan eksternal memang tidak bisa dihindari. Kenaikan harga BBM global telah mendorong biaya transportasi dan harga barang di dalam negeri, yang pada akhirnya menekan konsumsi masyarakat. Namun, buruknya pengelolaan fiskal nasional membuat Indonesia semakin rentan terhadap guncangan dari luar.

Solusi: Fokus pada Sektor Swasta, Bukan Proyek Raksasa

Para pengamat menyarankan agar pemerintah mengalihkan alokasi dana besar-besaran tersebut untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dari sektor swasta. Sektor ini tidak bergantung pada uang negara dan justru memperkuat sisi penerimaan melalui kontribusi pajak.

"Dengan demikian, pertumbuhan lapangan kerja tidak hanya sebatas peningkatan kuantitas, melainkan juga kualitas," tulis laporan tersebut. Kualitas lapangan kerja menjadi indikator yang lebih relevan dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan fiskal secara komprehensif. Hal ini dapat diwujudkan melalui bauran kebijakan terpadu serta pemberian insentif yang mendorong pertumbuhan sektor swasta.

Sementara itu, untuk program MBG, para pengamat menyarankan agar alokasinya dibatasi maksimal satu persen dari total APBN. Fokusnya harus diarahkan pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang secara substantif membutuhkan intervensi tersebut. Tanpa perbaikan mendasar, bukan tidak mungkin rupiah akan terus terpuruk dan cadangan devisa habis terkikis.

Bagikan
Sumber: theconversation.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks