Pencarian

Kepala KSP Dudung Abdurachman Ingatkan Bahaya Adu Domba dan Provokasi di Tengah Kritik terhadap Pemerintah

Jumat, 12 Juni 2026 • 18:44:01 WIB
Kepala KSP Dudung Abdurachman Ingatkan Bahaya Adu Domba dan Provokasi di Tengah Kritik terhadap Pemerintah
Kepala KSP Dudung Abdurachman mengingatkan bahaya adu domba di tengah kritik terhadap pemerintah.

BALI — Dudung mengawali pernyataannya dengan menarik ingatan kolektif tentang sejarah panjang berdirinya Indonesia. Ia menyebut bahwa republik ini lahir dari pengorbanan para pendiri bangsa, bukan proses yang mudah. Menurutnya, berbagai konflik dan pemberontakan—mulai dari PKI, DI/TII, RMS, hingga gejolak di Papua—pernah menjadi ujian berat bagi persatuan.

"Bangsa ini tetap berdiri karena kita memiliki warisan luhur Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa. Berbeda-beda tetapi tetap satu," ujar Dudung dalam keterangan resmi yang dikutip dari unggahan tersebut.

Kritik Bukan Alat Provokasi

Dalam pesannya, mantan Panglima Kodam Jaya itu secara spesifik membedakan antara kritik yang konstruktif dengan tindakan provokatif. Ia menekankan bahwa pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terhadap kebijakan yang dijalankan. Namun, ruang itu, kata dia, tidak boleh disalahgunakan.

"Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa," tegas Dudung.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tensi politik pasca-Pemilu 2024 dan awal masa kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah kalangan masyarakat dan kelompok sipil kerap menyuarakan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah, namun di sisi lain, aparat juga kerap menangkap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

Panggilan Menuju Indonesia Emas 2045

Dudung juga menyinggung program pembangunan yang tengah digenjot pemerintah saat ini. Ia menyebut pemerintahan Prabowo bekerja keras memperkuat Indonesia di berbagai bidang, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga hilirisasi industri. Karena itu, solidaritas kebangsaan dinilai menjadi prasyarat utama agar target Indonesia Emas 2045 tercapai.

"Mari kita bersama sebagai bangsa Indonesia merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Pesan Dudung ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk politik dan perbedaan pendapat, batas antara kritik dan hasutan seringkali tipis. Ia mengajak semua elemen bangsa untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat, tanpa harus mengorbankan persaudaraan yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks