BALI — Gangguan yang memicu padamnya aliran listrik di sebagian wilayah Jakarta ini langsung ditangani oleh tim teknis PLN. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Haris Andika, menyatakan proses pemulihan dimulai pada pukul 05.14 WIB setelah tim memastikan keamanan teknis di lapangan.
"Secara bertahap, pasokan listrik kepada seluruh pelanggan kembali normal pada pukul 07.00 WIB," ujar Haris Andika dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Permintaan Maaf dan Saluran Pengaduan
PLN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang dirasakan akibat gangguan pasokan listrik di pagi hari tersebut. Perusahaan pelat merah ini memastikan tim teknis masih bersiaga di lapangan untuk memantau kondisi pasca-pemulihan.
Bagi pelanggan yang masih mengalami kendala kelistrikan, PLN mengimbau untuk segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123. Laporan dari masyarakat akan membantu petugas menangani titik-titik gangguan yang mungkin belum terdeteksi secara menyeluruh.
Jaminan Tidak Ada Pemadaman di Jawa
Di tengah proses pemulihan tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik di Pulau Jawa. Pihaknya tengah memperkuat sistem kelistrikan agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Penguatan keandalan sistem ini dijalankan sesuai arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penambahan pasokan batubara dengan kalori menengah sampai tinggi, yakni 4.500 kalori ke atas. Kementerian ESDM mengalokasikan tambahan 1,8 juta ton batubara "on top" dari pasokan eksisting untuk kebutuhan PLN pada bulan Juli.
Tambahan Pasokan dan Proyeksi 2027
Darmawan menjelaskan, dengan adanya tambahan pasokan batubara tersebut, sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal. Langkah ini diambil sebagai bagian dari antisipasi jangka pendek untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil di tengah tingginya kebutuhan energi.
Untuk jangka menengah, PLN menyiapkan proyeksi penambahan pasokan listrik sebesar 4,6 GW pada tahun 2027. "Dengan adanya penambahan tersebut, sistem di Jawa yang tadinya mengalami pemadaman bergilir akan langsung meningkat menjadi jauh lebih andal," kata Darmawan.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar PLN dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi pusat industri dan ekonomi Indonesia. Keandalan sistem kelistrikan menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat yang bergantung penuh pada pasokan listrik.