Pencarian

BYD Catat Penjualan 895 Unit di Indonesia pada Bulan Lalu, Produksi Lokal Jadi Penyebabnya

Minggu, 14 Juni 2026 • 04:21:01 WIB
BYD Catat Penjualan 895 Unit di Indonesia pada Bulan Lalu, Produksi Lokal Jadi Penyebabnya
BYD mencatat penjualan 895 unit mobil listrik di Indonesia pada bulan lalu.

BALI — Penjualan BYD di Indonesia mengalami penurunan yang tidak biasa. Setelah mencatatkan hasil impresif dengan rata-rata ribuan unit per bulan sejak awal tahun, bulan lalu pabrikan mobil listrik asal China ini hanya mampu menjual 895 unit. Angka tersebut menjadi yang terendah dalam beberapa bulan terakhir, mengingat pada Januari 2025 mereka menjual 4.879 unit, Februari 4.653 unit, Maret 2.941 unit, dan April 4.625 unit.

Transisi Produksi Lokal Ganggu Pasokan

Bukan karena permintaan pasar yang lesu, penurunan ini disebabkan oleh proses internal yang sedang berjalan. BYD tengah dalam masa transisi untuk memulai perakitan mobil secara lokal di pabrik yang pembangunannya telah selesai. Persiapan untuk memproduksi mobil di Indonesia ternyata memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal.

Proses transisi ke basis produksi lokal ini berdampak langsung pada volume pengiriman unit ke dealer. Dampaknya paling terasa pada model-model andalan BYD seperti Atto 1 dan M6. Atto 1 yang biasanya terjual ratusan unit per bulan, bulan lalu hanya mencatatkan penjualan 28 unit. Sementara M6, yang sempat menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia pada 2024, hanya terjual 197 unit.

Sealion 7 Jadi Andalan Sementara

Di tengah merosotnya penjualan Atto 1 dan M6, Sealion 7 kini menjadi model yang paling diandalkan BYD. Meskipun penjualannya juga ikut menurun, model ini masih mencatatkan hasil yang cukup stabil dibandingkan dua model lainnya. Sementara itu, model lain seperti Atto 3 dan E6 masih menunjukkan performa penjualan yang lumayan.

BYD sendiri melihat situasi ini sebagai fase yang lumrah dalam proses industrialisasi. Mereka optimistis penjualan akan pulih kembali setelah produksi lokal benar-benar dimulai. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi kapan pabrik akan mulai merakit unit secara penuh.

Kompetitor Sudah Lebih Dulu Produksi Lokal

Kondisi ini menjadi ironis bagi BYD yang selama ini mendominasi pasar BEV Indonesia. Popularitas Atto 1 sebagai mobil listrik terlaris di 2025 mulai tergerus oleh kompetitor senegaranya, Jaecoo J5 EV, yang banyak dicari konsumen belakangan ini. Sementara kompetitor lain sudah lebih dulu merakit mobilnya di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.

Untuk menjaga momentum, BYD telah menghadirkan varian PHEV untuk M6, menjadikannya mobil plug-in hybrid pertama mereka di Indonesia. Langkah ini diharapkan bisa menambah pilihan konsumen di tengah proses transisi yang masih berlangsung.

Bagikan
Sumber: ridertua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks