BALI — PT Jetour Sales Indonesia akhirnya angkat bicara soal nasib dua mobil listriknya, X50e dan X20e, yang kerap dipajang di pameran otomotif. Kedua model itu dipastikan tidak akan dijual di Indonesia karena hanya berstatus sebagai alat survei pasar.
Alasan X50e dan X20e Batal Dijual di Indonesia
Sales & Network Director PT Jetour Sales Indonesia Michael Budihardja mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut. Hasil survei internal perusahaan menunjukkan adanya sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan ulang sebelum produk listrik benar-benar dijual ke konsumen.
"Mobil listrik yang kemarin itu bagian dari survey kami soal mobil listrik yang dipunyai Jetour saat itu. Tapi setelah kita melakukan survei ada beberapa hal yang memang kita harus pikirkan dan makanya sampai sekarang belum terealisasi," kata Michael di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Jumat (31/7).
Model Baru Sedang Disesuaikan dengan Preferensi Konsumen Indonesia
Alih-alih memaksakan kedua model tersebut, Jetour memilih menyiapkan kendaraan listrik murni (BEV) yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia. Produk ini masih berada dalam tahap penelitian dan pengembangan, sebuah sinyal bahwa pabrikan asal China itu serius menembus segmen elektrifikasi di dalam negeri.
"Tetapi bocorannya Jetour akan join untuk menyediakan battery electric vehicle dengan produk yang baru, yang sedang kita under R&D untuk disesuaikan dengan market Indonesia. Jadi, bocorannya akan ada (mobil listrik Jetour di Indonesia)," ujar Michael.
Kronologi Pameran X50e dan X20e di Indonesia
X50e menjadi model listrik pertama yang diperkenalkan Jetour di Indonesia, tepatnya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Enam bulan berselang, giliran X20e yang unjuk gigi di GIIAS 2025.
Saat pameran tersebut, Jetour sempat mengklaim Indonesia sebagai pasar pertama di dunia yang mendapatkan versi setir kanan untuk X20e. Namun, kala itu perusahaan hanya menyebut X20e masih dalam fase perkenalan tanpa mengungkap jadwal peluncuran resmi. Hingga kini, kedua model tersebut belum juga dipasarkan.
Spekulasi Skema Perakitan dan Segmen Pasar
Michael belum bersedia merinci nama model listrik yang tengah disiapkan, termasuk waktu peluncuran dan segmen yang akan disasar. Perusahaan juga masih bungkam soal skema impor utuh (CBU) atau perakitan lokal (CKD) untuk produk barunya nanti.
Keputusan ini menegaskan strategi Jetour yang lebih berhati-hati dalam membaca pasar Indonesia. Alih-alih terburu-buru menjual produk global, pabrikan ini memilih melakukan adaptasi agar model yang kelak diluncurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta infrastruktur kendaraan listrik di Tanah Air.