Pencarian

Tradisi Berjalan Beriringan ke Pura Warnai Perayaan Galungan di Desa Lukluk, Badung

Kamis, 18 Juni 2026 • 04:41:31 WIB
Tradisi Berjalan Beriringan ke Pura Warnai Perayaan Galungan di Desa Lukluk, Badung
Ratusan umat Hindu mengenakan pakaian adat putih mengikuti prosesi berjalan beriringan menuju Pura di Desa Lukluk.

LUKLUK — Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang jalan Desa Lukluk pada Rabu pagi. Ratusan umat Hindu berjalan dalam iring-iringan panjang, mengenakan pakaian adat putih-putih, sambil menjunjung tinggi banten (sesajen) dan berbagai peralatan upacara di atas kepala mereka.

Mereka berjalan tertib menuju pura utama desa. Suara kidung dan doa terdengar di sepanjang rute. Anak-anak hingga orang tua larut dalam prosesi yang sudah diwariskan secara turun-temurun ini.

Simbol Kemenangan Kebenaran

Hari Raya Galungan sendiri merupakan perayaan terpenting bagi umat Hindu di Bali. Dalam keyakinan mereka, hari ini menandai kemenangan Dharma atas Adharma—kebenaran melawan kejahatan.

Iring-iringan ke pura bukan sekadar prosesi seremonial. Menurut tokoh adat setempat, tradisi berjalan beriringan sambil menjunjung sesajen ini mengajarkan nilai kebersamaan dan gotong royong. "Semua warga berpartisipasi tanpa terkecuali," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara.

Benda Sakral yang Dijunjung

Dalam prosesi tersebut, umat tidak hanya membawa sesajen biasa. Mereka menjunjung berbagai benda sakral seperti daksina, peras, dan ajuman—semua merupakan perlengkapan upacara yang telah disiapkan sejak sehari sebelumnya.

Setiap benda memiliki makna filosofis tersendiri. Daksina misalnya, melambangkan rasa syukur kepada Tuhan. Sementara peras dan ajuman menjadi simbol permohonan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga desa.

Antusiasme Warga Sepanjang Rute

Warga yang tidak ikut dalam iring-iringan pun turut menyemarakkan suasana. Mereka berdiri di pinggir jalan, menyapa para peserta prosesi, dan ikut melantunkan doa. Sejumlah anak-anak bahkan berlari kecil mengikuti barisan paling belakang.

Suasana khusyuk namun penuh kehangatan mewarnai perjalanan menuju pura. Tidak ada kemacetan berarti karena jalur telah diatur oleh pecalang (petugas keamanan adat) setempat.

Galungan dan Makna bagi Masyarakat Badung

Perayaan Galungan di Desa Lukluk menjadi cerminan kuatnya tradisi Hindu di Bali, khususnya di Kabupaten Badung. Setiap desa memiliki kekhasan dalam merayakan hari suci ini, namun esensinya tetap sama: kembali ke nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.

Setelah prosesi selesai, umat akan melanjutkan sembahyang di pura. Doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan diri, keluarga, dan desa. Rangkaian Galungan sendiri berlangsung selama beberapa hari, diakhiri dengan Hari Raya Kuningan sepuluh hari kemudian.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks