KLUNGKUNG — Duta Kabupaten Klungkung tampil gemilang di ajang bergengsi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII. Mereka berlaga dalam Wimbakara Balaganjur Remaja yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Kamis (18/6).
Kabupaten Klungkung mengirimkan Sekaa Balaganjur Yowana Bala Oncer Ganda, Desa Adat Gelgel, Kecamatan Klungkung, sebagai wakilnya. Garapan bertajuk "Gandamayu" yang mereka bawakan berhasil menyedot perhatian para penonton yang memadati tribun.
Filosofi Gandamayu: Dari Kesucian Atma hingga Laskar Perang Gelgel
Tema "Gandamayu" bukan sekadar panggung pertunjukan. Kata "Ganda" berarti bau harum, sementara "Mayu" yang berasal dari kata mapahayu bermakna proses penyucian atau pengembalian. Filosofi ini mewujud pada Pura Dalem Gandamayu yang difungsikan sebagai tempat pemuliaan atma.
Lebih dari itu, pura tersebut menjadi lokasi pelaksanaan upacara pejayan-jayan bagi laskar perang kebanggaan Gelgel, yaitu pasukan Pemating dan Dulang Mangap. Kedua pasukan legendaris ini bersenjatakan tombak dengan untaian helai kulit jagung (ganda).
Sebagai bentuk pemuliaan terhadap keabadian jiwa paripurna para laskar, sejarah heroik ini kemudian diwujudkan ke dalam kesenian Tari Baris Oncer Ganda. Garapan "Gandamayu" menjadi medium untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan dan spiritualitas leluhur.
Dukungan Langsung Bupati Satria untuk Generasi Muda
Suasana tribun semakin semarak dengan kehadiran Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria. Mereka duduk di tengah-tengah penonton untuk memberikan dukungan moral secara langsung kepada para penampil muda.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda Klungkung untuk terus konsisten melestarikan seni dan budaya daerah. Ajang PKB menjadi panggung strategis bagi para remaja untuk menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap warisan leluhur Bali.