BADUNG — Pemerintah Provinsi Bali kembali menunjukkan komitmennya sebagai tuan rumah event olahraga kelas dunia. Gubernur Wayan Koster secara resmi membuka 22nd AKF Senior Championships 2026 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (18/6/2026).
Ajang bergengsi tingkat Asia ini mempertandingkan 12 nomor individu, empat nomor beregu, serta kategori Para Karate. Sistem pertandingan menggunakan format gugur, dan tiga tim terbaik pada kategori beregu akan mengamankan tiket menuju Karate World Cup.
Jepang hingga Arab Saudi Turunkan Atlet Terbaik
Persaingan diprediksi berlangsung sengit. Sejumlah negara kekuatan karate Asia seperti Jepang, Iran, Kazakhstan, Vietnam, Thailand, dan Arab Saudi menurunkan atlet-atlet terbaik mereka. Sebanyak 11 juara bertahan Asia juga kembali tampil untuk mempertahankan gelarnya di Bali.
Indonesia sendiri menurunkan 22 atlet terbaik menghadapi persaingan ketat para karateka elite Asia. Tiga atlet asal Bali turut memperkuat tim nasional, termasuk Cok Istri Agung Sanistyarani yang akan turun pada nomor kumite putri kelas -55 kilogram.
Apresiasi AKF untuk Pemerintah Indonesia
Vice President Asian Karate Federation (AKF), Rashid Al Ali, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan sehingga kejuaraan dapat terselenggara dengan baik.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Bali, dan Pemerintah Indonesia atas fasilitasi serta dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Terima kasih banyak. Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari Asia,” ujar Rashid Al Ali dalam sambutannya.
Kejuaraan Bukan Sekadar Kompetisi, Melainkan Perayaan Persaudaraan
Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Hadi Tjahjanto, menegaskan kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, ini adalah perayaan persaudaraan antar-karateka Asia yang melampaui batas negara.
“Kehormatan besar bagi saya menyambut atlet dan delegasi dari seluruh Asia di Pulau Bali yang indah. Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah dengan menghadirkan lebih dari 400 atlet pada kejuaraan ini. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan kekuatan persaudaraan karate di Asia,” katanya.
Hadi menambahkan bahwa nilai-nilai yang dijunjung dalam karate tidak hanya soal kemampuan teknis di atas tatami, tetapi mencakup sportivitas, rasa hormat, dan fair play. Ia berharap karate dapat terus menjadi sarana yang mempersatukan atlet dari seluruh Asia bahkan dunia.
Bali: Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Hadi menilai Bali menjadi lokasi yang ideal untuk penyelenggaraan kejuaraan internasional karena memiliki kombinasi keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat.
“Mudah-mudahan para atlet dan delegasi mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dari keindahan Bali, budayanya, dan keramahan masyarakatnya. Kepada para atlet, berikan yang terbaik dan raihlah pengalaman terbaik di atas tatami. Selamat datang di Bali, Indonesia,” tambahnya.
Sebelum pembukaan resmi, Gubernur Koster menghadiri gala dinner yang mempertemukan delegasi, atlet, ofisial, dan pemangku kepentingan karate dari berbagai negara Asia. Kompetisi sendiri berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di BNDCC, Nusa Dua.