Pencarian

Pesta Kesenian Bali ke-48 Resmi Digelar Sejak 13 Juni, Tema Atma Kerthi Angkat Kesucian Jiwa

Jumat, 10 Juli 2026 • 15:13:31 WIB
Pesta Kesenian Bali ke-48 Resmi Digelar Sejak 13 Juni, Tema Atma Kerthi Angkat Kesucian Jiwa
Pesta Kesenian Bali ke-48 resmi dibuka sejak 13 Juni 2026 dengan tema Atma Kerthi.

DENPASAR — Perhelatan tahunan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 resmi bergulir sejak Sabtu, 13 Juni 2026. Selama sebulan penuh, hingga Sabtu, 11 Juli 2026, ajang ini menyajikan ribuan pertunjukan seni dan pameran budaya yang tersebar di sejumlah lokasi utama di Denpasar dan sekitarnya.

Tema yang diusung tahun ini adalah "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha", yang secara filosofis bermakna penyucian jiwa untuk mencapai kesucian hakiki. Konsep ini menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pawai budaya, pergelaran tari, hingga pameran kerajinan tradisional.

Akar Filosofi di Balik Tema PKB ke-48

Tema "Atma Kerthi" merujuk pada konsep pemurnian diri dalam ajaran Hindu Bali. "Jiwa Sidha Parisudha" menekankan pentingnya kesucian batin sebagai fondasi dalam berkarya dan berkesenian.

Pemilihan tema ini menjadi relevan di tengah derasnya arus modernisasi dan pariwisata. PKB tahun ini ingin mengingatkan kembali bahwa seni bukan sekadar tontonan, melainkan juga sarana spiritual dan pembentukan karakter generasi muda.

Ribuan Seniman dan Ratusan Pagelaran Selama Sebulan

PKB ke-48 menampilkan partisipasi dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Setiap daerah mengirimkan kontingen seniman terbaiknya untuk berlomba dan berkolaborasi.

Jenis pertunjukan yang dihadirkan sangat beragam, mulai dari tari sakral, tabuh kreasi, drama gong, hingga pameran lukisan dan instalasi seni rupa kontemporer. Panggung utama di Taman Budaya Denpasar menjadi episentrum pergelaran setiap malam.

Selain itu, pawai budaya yang digelar di sepanjang jalan protokol Denpasar pada pekan pertama menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Ribuan penari dan pengrawit memadati jalanan dengan kostum tradisional yang megah.

Dampak Ekonomi bagi Pelaku UMKM dan Perajin Lokal

Gelaran PKB juga menjadi momentum bagi perajin dan pelaku UMKM di Bali. Pameran kerajinan yang digelar bersamaan dengan pesta kesenian mencatatkan transaksi yang signifikan setiap tahunnya.

Produk seperti kain tenun endek, ukiran kayu, perak, dan lukisan menjadi primadona di stan-stan pameran. Banyak perajin dari desa-desa di Gianyar, Klungkung, dan Tabanan mengandalkan event ini sebagai ajang promosi sekaligus penjualan langsung ke konsumen.

Pemerintah Provinsi Bali menargetkan peningkatan omzet UMKM hingga dua digit dibandingkan tahun sebelumnya selama masa PKB berlangsung.

Regenerasi Seniman Muda Jadi Sorotan Utama

Salah satu misi utama PKB adalah menjaga estafet kesenian Bali. Lomba-lomba seperti lomba tabuh, lomba tari, dan lomba mekebyar diikuti oleh puluhan grup seni dari tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa.

Penampilan anak-anak dan remaja ini menjadi bukti bahwa seni tradisi Bali tidak kehilangan peminat di kalangan generasi Z. Banyak di antara mereka yang sudah mulai menciptakan koreografi baru tanpa meninggalkan pakem dasar.

Dengan tema penyucian jiwa, PKB ke-48 diharapkan mampu melahirkan seniman yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kedalaman spiritual dalam berkarya.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks