DENPASAR — Pujian terhadap sistem pengelolaan sampah di Bali datang langsung dari Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono. Dalam kunjungannya ke TPS3R Sapuh Jagat, ia menyebut daerah lain, termasuk Jakarta, perlu belajar dari keberhasilan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
“Soal pilah sampah, Jakarta harus belajar ke Bali,” ujar Diaz dalam pernyataan yang dikutip dari keterangan resmi, baru-baru ini.
TPS3R Sapuh Jagat: Sampah Terkelola 100 Persen
TPS3R Sapuh Jagat menjadi sorotan utama kunjungan tersebut. Fasilitas ini disebut mampu mengelola seluruh sampah yang masuk tanpa ada residu yang berakhir di TPA.
Keberhasilan itu, menurut Diaz, tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dan ketersediaan infrastruktur pengolahan yang memadai. Sistem pemilahan sejak dari sumbernya membuat proses daur ulang berjalan lebih efektif.
El Niño dan Risiko Kebakaran TPA
Pujian terhadap Bali ini muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya risiko kebakaran di sejumlah TPA akibat fenomena El Niño. Cuaca kering berkepanjangan membuat gunungan sampah mudah terbakar, terutama jika masih tercampur material mudah terbakar seperti plastik dan gas metana.
Diaz menekankan bahwa pemilahan sampah dari hulu bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga langkah mitigasi bencana. “Kalau sampah sudah dipilah, risiko kebakaran bisa ditekan drastis,” katanya.
Jakarta Dinilai Butuh Perubahan Pola
Jakarta, dengan volume sampah harian yang sangat besar, dinilai masih menghadapi tantangan dalam hal pemilahan. Selama ini, sebagian besar sampah masih tercampur dan langsung dikirim ke TPA. Model seperti yang diterapkan di Bali dianggap bisa menjadi solusi jangka panjang.
Wamen LH pun mendorong pemerintah daerah untuk mulai membangun kesadaran warga dan menyediakan infrastruktur pengolahan serupa. “Bukan soal teknologinya yang canggih, tapi soal disiplin memilah dari rumah,” ujar Diaz.