Pencarian

Investasi Rp3 Triliun, PSEL Denpasar Raya Resmi Dibangun, Mampu Olah 1.400 Ton Sampah Per Hari

Kamis, 09 Juli 2026 • 23:50:01 WIB
Investasi Rp3 Triliun, PSEL Denpasar Raya Resmi Dibangun, Mampu Olah 1.400 Ton Sampah Per Hari
Peletakan batu pertama PSEL Denpasar Raya menandai dimulainya pengolahan sampah terintegrasi di Bali.

DENPASAR — Peletakan batu pertama PSEL Denpasar Raya menjadi titik awal pengolahan sampah terintegrasi di Bali. Proyek yang berlokasi di Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan ini disebut sebagai yang pertama dalam program percepatan PSEL nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Kapasitas PSEL: 1.400 Ton Per Hari, Bukan 14 Ton

Meski sempat beredar informasi berbeda, angka yang tercantum dalam proyek adalah 1.400 ton sampah per hari. Angka ini setara dengan lebih dari separuh volume sampah yang biasanya masuk ke TPA Suwung sebelum program pemilahan digencarkan.

Proyek ini digarap oleh Danantara Indonesia, badan investasi pemerintah pusat. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan terima kasih atas realisasi proyek tersebut.

Dampak: Sampah ke TPA Suwung Turun Drastis

Bersamaan dengan dimulainya PSEL, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Denpasar mencatat penurunan volume sampah ke TPA Suwung. Kepala DLH Denpasar menyebut angka harian kini sekitar 500 ton, turun dari sebelumnya 1.033 ton per hari.

Penurunan ini tidak lepas dari optimalisasi pemilahan di sumber dan pengolahan di TPST serta TPS 3R. Namun, PSEL diharapkan menjadi solusi jangka panjang, bukan hanya mengurangi volume, tapi juga menghasilkan listrik dari sampah.

Gubernur Koster: Perkuat Citra Pariwisata Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menilai PSEL ini akan memperkuat citra pariwisata Bali. Menurutnya, pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan menjadi syarat mutlak bagi destinasi kelas dunia.

"Ini solusi tuntas persoalan sampah," ujar Koster dalam seremoni groundbreaking yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan di kawasan Pedungan.

Konteks Nasional: PSEL Bali Jadi Proyek Percontohan

Pembangunan PSEL Denpasar Raya menjadi proyek pertama dalam program percepatan PSEL nasional. Pemerintah pusat menjadikan Bali sebagai lokasi percontohan untuk pengolahan sampah terintegrasi yang menggabungkan aspek lingkungan dan ketahanan energi.

Ke depan, proyek serupa direncanakan menyusul di daerah lain. Namun, Bali menjadi yang pertama karena tingkat urgensi penanganan sampah di kawasan pariwisata dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Jadwal dan Target Operasional PSEL

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi mengenai target waktu penyelesaian proyek. Namun, dengan investasi sebesar Rp3 triliun, proyek ini diproyeksikan beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah Kota Denpasar dan Provinsi Bali akan terus mengawal proses pembangunan agar sesuai dengan standar lingkungan dan teknologi yang dijanjikan.

Bagikan
Sumber: balipost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks