BALI — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Selasa (6/10/2026) pukul 09.19 WIT dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi 38 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status gunung di Level II (Waspada) dengan zona aman radius 2 kilometer dari kawah aktif. Erupsi terbaru menambah catatan 11 kali letusan Gunung Ibu sepanjang sepekan terakhir.
Sepanjang 6 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIT, pengamatan kegempaan MAGMA Indonesia mencatat 78 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan durasi 32-73 detik. Getaran permukaan itu terasa lebih rapat dibanding hari-hari biasa. Tiga gempa hembusan juga terekam dengan amplitudo 4-10 milimeter, disusul 12 gempa harmonik beramplitudo 2-14 milimeter.
Visual letusan pada erupsi pagi itu tidak teramati dari pos pengamatan. Meski begitu, seismograf tetap merekam aktivitas vulkanik yang konsisten. Data ini menjadi dasar PVMBG mempertahankan status Waspada.
Zona Berbahaya yang Wajib Dihindari
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Perluasan sektoral berlaku hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Bagi pendaki dan fotografer lanskap yang biasanya mengejar momen golden hour di lereng gunung, imbauan ini bersifat mutlak. Tidak ada toleransi untuk mendekat, termasuk untuk sekadar mengambil gambar dari titik terdekat.
Rekor Erupsi Gunung Ibu Sepanjang 2026
MAGMA Indonesia mencatat 4.950 letusan gunung api di seluruh Indonesia selama 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.924 letusan, sementara Gunung Ibu menyusul di posisi kedua dengan 1.654 letusan.
Angka itu menempatkan Gunung Ibu sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia tahun ini. Frekuensi letusannya bahkan melampaui banyak gunung api lain yang lebih populer di kalangan wisatawan.
Apa Dampaknya bagi Rencana Perjalanan ke Maluku Utara?
Gunung Ibu berada di Halmahera Barat, bukan di jalur utama wisata bahari seperti Pulau Morotai atau Ternate. Rute penerbangan ke Ternate dan Sofifi umumnya tidak terpengaruh langsung selama status masih Level II.
Wisatawan yang berencana trekking ke gunung api aktif di Maluku Utara sebaiknya memantau aplikasi MAGMA Indonesia sebelum berangkat. Informasi terkini soal status dan rekomendasi zona aman juga dapat dikonfirmasi via pos pengamatan PVMBG setempat.
Tips bagi Traveler di Sekitar Gunung Api Aktif
- Cek status gunung melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau situs PVMBG sebelum menyusun itinerary.
- Patuhi radius aman yang ditetapkan, termasuk perluasan sektoral ke arah bukaan kawah.
- Siapkan masker N95 jika berada di wilayah yang berpotensi terkena abu vulkanik.
- Ikuti informasi resmi dari BPBD setempat, bukan kabar viral di media sosial.
- Pertimbangkan asuransi perjalanan yang mencakup bencana alam untuk wilayah vulkanik.
Durasi ideal untuk memantau kondisi Gunung Ibu adalah 2-3 hari sebelum keberangkatan. Jika status naik ke Level III (Siaga), sebaiknya tunda rencana trekking dan alihkan agenda ke destinasi bahari Halmahera yang berada di luar zona bahaya.