BADUNG — Kasi Humas Polres Badung Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban merupakan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya.
"Perempuan (yang pingsan) itu di SPBU Latu Sari, Abiansemal," kata Ipda Yuni saat dikonfirmasi, Selasa (13/10).
Menurutnya, korban segera mendapat pertolongan setelah petugas polisi di lokasi menghubungi ambulans keliling puskesmas. Hingga kini, kepolisian belum bisa memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.
"Data kronologinya tidak ada. Namun masyarakat yang pingsan tersebut sudah ditangani oleh Puskesmas Abiansemal 1, saat di lokasi petugas polisi yang menelpon ambulans keliling puskesmas tersebut," ujarnya.
Antrean di Klungkung Capai 100 Meter
Persoalan serupa terjadi di Kabupaten Klungkung. Satuan Reserse Kriminal Polres Klungkung melakukan monitoring distribusi dan ketersediaan BBM di 13 SPBU yang tersebar di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Dawan, dan Nusa Penida.
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan pemantauan berlangsung hingga pukul 14.00 WITA. Personel memeriksa stok BBM, mengawasi proses pengisian ke kendaraan konsumen, dan mengamati kondisi antrean di tiap lokasi.
"Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU bervariasi, mulai dari sekitar 25 meter hingga 100 meter," imbuhnya.
Sejumlah SPBU Kehabisan Pertalite dan Pertamax
Ketersediaan stok tiap jenis BBM berbeda-beda. Sejumlah SPBU masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, dan jenis BBM lainnya. Namun beberapa SPBU terpantau kehabisan jenis BBM tertentu, di antaranya Pertalite atau Pertamax.
Dari hasil pengecekan dan koordinasi dengan pihak terkait, secara umum distribusi BBM terpantau berjalan. Pemenuhan stok selanjutnya menunggu jadwal kedatangan pasokan di masing-masing SPBU.
"Oleh karena itu, pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan ketersediaan BBM dan situasi antrean di lapangan," imbuh Alit Purnawibawa.
Polisi Imbau Pengelola SPBU Tak Curang
Selain melakukan pengecekan, personel Sat Reskrim memberikan imbauan kepada pengawas dan petugas SPBU agar menjalankan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka diminta tidak melakukan praktik kecurangan yang dapat merugikan konsumen dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
"Monitoring tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal distribusi BBM agar berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan," ujarnya.
Polres Klungkung menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di SPBU serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Langkah itu untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, menjaga ketertiban antrean, dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Kami juga mengingatkan pengelola SPBU agar memberikan pelayanan sesuai ketentuan dan tidak melakukan praktik yang merugikan masyarakat," jelasnya.
"Masyarakat diharapkan tetap tertib saat mengantre, mematuhi arahan petugas, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Klungkung," ujarnya.