BALI — Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (15/2) malam, menyajikan duel fisik intens antara dua tim besar. Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal, menekan pertahanan Persija dengan pressing tinggi.
Gol Bunuh Diri Jadi Pembeda di Tengah Dominasi Persebaya
Persebaya mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun gol baru lahir pada menit ke-55 saat umpan silang pemain sayap Persebaya mengenai kaki bek Persija dan masuk ke gawang sendiri.
Pelatih Bernardo Tavares mengakui kemenangan ini tidak mudah. "Persija adalah tim kuat, tapi pressing kami bekerja sangat efektif. Gol bunuh diri memang keberuntungan, tapi itu hasil dari tekanan terus-menerus," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Pressing Tinggi Jadi Kunci Gagalkan Serangan Balik Persija
Sepanjang pertandingan, Persija hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran. Barisan tengah Persebaya, yang digalang oleh gelandang anyar, sukses memutus distribusi bola ke lini depan lawan.
Tavares menyebut pressing bukan sekadar taktik, melainkan disiplin tim. "Pemain menjalankan instruksi tanpa celah. Saya puas dengan intensitas mereka," tambah pelatih asal Portugal itu.
Modal Berharga Menatap Laga Berikutnya
Kemenangan ini membawa Persebaya memuncaki klasemen sementara Grup A dengan tiga poin. Langkah selanjutnya, tim akan menghadapi Arema FC di laga kedua yang dijadwalkan Jumat (19/2).
Tavares mengingatkan anak asuhnya untuk tidak cepat puas. "Ini baru awal. Kami harus konsisten jika ingin lolos ke fase gugur," pungkasnya. Persebaya berharap pressing agresif bisa terus menjadi senjata utama sepanjang turnamen pramusim ini.