KLUNGKUNG — Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan bantuan sosial dan jaminan keberlanjutan hidup bagi keluarga kurang mampu di Jalan Setiabudi, Banjar Pegending, Kecamatan Klungkung, Senin (4/5). Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kondisi Ni Wayan Suathi, seorang ibu tunggal asal Nusa Penida yang bekerja sebagai buruh tani.
Dalam kunjungannya, Bupati Satria didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria dan perwakilan Peduli Yatim Piatu (PYP) Group. Penyaluran bantuan ini menyasar kebutuhan mendesak keluarga tersebut, mulai dari pemenuhan pangan, biaya sekolah, hingga kepastian tempat tinggal yang layak bagi kedua anak Suathi.
Kondisi ekonomi Ni Wayan Suathi dilaporkan sangat terbatas karena ia harus membagi waktu antara bekerja dan merawat putri sulungnya yang berusia 21 tahun dengan kebutuhan khusus. Situasi semakin pelik lantaran keluarga ini menghadapi tenggat waktu pelunasan tunggakan sewa kamar kos yang jika tidak dipenuhi, mereka terpaksa harus angkat kaki.
Menanggapi ancaman pengusiran tersebut, Bupati I Made Satria mengambil langkah konkret dengan berkomitmen melunasi seluruh tunggakan sewa kos. Keputusan ini diambil agar keluarga Suathi memiliki stabilitas tempat tinggal sementara di wilayah kota sebelum rencana jangka panjang dieksekusi oleh pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Klungkung telah menyiapkan skema bantuan rehabilitasi rumah yang akan dibangun di atas lahan milik Suathi di Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. Program ini bertujuan untuk memberikan hunian tetap yang lebih layak dan bermartabat bagi keluarga tersebut di tanah kelahiran mereka sendiri.
"Kami ingin memastikan keluarga ini tidak hanya mendapatkan bantuan sesaat, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih jelas melalui hunian yang layak," ujar I Made Satria di sela-sela penyerahan bantuan.
Fokus bantuan tidak hanya berhenti pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan. Anak laki-laki Suathi yang baru saja lulus SMP namun terkendala biaya untuk melanjutkan sekolah, kini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah dan komunitas peduli.
Putra kedua Suathi direncanakan akan difasilitasi untuk tinggal di sebuah asrama pendidikan. Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan lingkungan belajar yang lebih kondusif serta menjamin akses pendidikan jenjang menengah tanpa membebani kondisi finansial sang ibu yang bekerja sebagai buruh tani.
Bantuan dana pendidikan yang disalurkan mencapai Rp1.600.000 dari PYP Group, ditambah dengan bantuan uang tunai pribadi dari Bupati Satria sebesar Rp1.000.000. Selain itu, empat paket sembako juga diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan harian keluarga tersebut dalam beberapa waktu ke depan.
Kerja sama antara Pemkab Klungkung dan PYP Group ini menjadi model kolaborasi dalam penanganan kemiskinan ekstrem di tingkat daerah. Kehadiran Bupati dan jajarannya secara langsung di lapangan bertujuan untuk memangkas birokrasi sehingga bantuan dapat segera dirasakan oleh warga yang berada dalam kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, Bupati I Made Satria menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pemetaan terhadap warga yang belum tersentuh jaminan sosial agar mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik melalui program-program strategis yang tepat sasaran.
Pihak keluarga Ni Wayan Suathi kini tengah mempersiapkan proses administrasi untuk rencana kepindahan dan pembangunan rumah di Desa Pejukutan. Pendampingan dari pihak kecamatan dan desa akan terus dilakukan guna memastikan seluruh proses rehabilitasi rumah dan transisi pendidikan anak berjalan sesuai rencana.