Don Ho, pencipta asli Notepad++, mengklarifikasi bahwa aplikasi penyunting teks populer tersebut tidak pernah meluncurkan versi resmi untuk perangkat macOS. Pernyataan ini muncul setelah beredarnya port pihak ketiga yang menggunakan nama Notepad++ tanpa izin pengembang aslinya. Bagi pengguna Mac di Indonesia dan global, peringatan ini menjadi sinyal untuk mewaspadai aplikasi tiruan yang berpotensi melanggar hak cipta.
Kabar mengenai kehadiran Notepad++ di ekosistem Mac pekan lalu memicu kebingungan di kalangan komunitas pengembang. Don Ho, sosok di balik aplikasi open-source legendaris tersebut, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan spekulasi. Melalui pernyataan resminya, Ho menegaskan bahwa dirinya maupun tim inti Notepad++ tidak terlibat dalam proyek tersebut.
"To be clear: Notepad++ has never released a macOS version," tulis Don Ho dalam pernyataan singkatnya. Ia secara spesifik menunjuk Andrey Letov sebagai pihak yang bertanggung jawab atas porting tersebut. Menurut Ho, versi Mac yang beredar saat ini menggunakan merek dagang Notepad++ secara ilegal tanpa izin tertulis darinya selaku pemegang hak atas nama tersebut.
Masalah utama dalam kasus ini bukan sekadar porting perangkat lunak, melainkan penggunaan identitas produk. Notepad++ telah membangun reputasi selama dua dekade sebagai aplikasi penyunting teks yang ringan dan andal. Don Ho mengklaim bahwa Andrey Letov "menggunakan merek dagang Notepad++ (namanya) tanpa izin."
Praktik mencatut nama aplikasi populer di platform berbeda sering terjadi di dunia teknologi. Biasanya, pengembang pihak ketiga memanfaatkan celah absennya aplikasi resmi untuk menarik basis pengguna yang sudah ada. Namun, tindakan ini sering kali berujung pada sengketa hukum atau penghapusan aplikasi dari toko daring jika pemilik merek mengajukan komplain resmi.
Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2003, Notepad++ dikenal sebagai aplikasi yang setia pada platform Windows. Aplikasi ini awalnya dirancang sebagai versi yang lebih mumpuni dibandingkan Windows Notepad bawaan. Sejumlah fitur unggulan seperti line numbering dan syntax highlighting menjadikannya favorit di kalangan programmer dunia, termasuk di Indonesia.
Fleksibilitas Notepad++ terhadap sistem operasi lama juga menjadi alasan mengapa aplikasi ini tetap relevan hingga sekarang. Berikut adalah rekam jejak dukungan sistem operasi Notepad++:
Bagi pengguna di Indonesia yang terbiasa menggunakan Notepad++ di Windows dan kini beralih ke Mac, keberadaan aplikasi tiruan ini mungkin tampak menggiurkan. Namun, pakar keamanan siber kerap memperingatkan bahaya di balik aplikasi porting yang tidak resmi. Tanpa pengawasan dari pengembang asli, tidak ada jaminan bahwa kode di dalamnya bersih dari skrip berbahaya atau malware.
Hingga saat ini, belum ada informasi apakah Don Ho akan menempuh jalur hukum formal atau meminta penghapusan aplikasi tersebut dari platform distribusi. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pengguna untuk selalu memverifikasi sumber unduhan melalui situs resmi pengembang. Untuk kebutuhan penyuntingan teks di macOS, pengguna disarankan menggunakan alternatif asli seperti BBEdit, Sublime Text, atau VS Code yang memiliki dukungan resmi.