Pencarian

Buleleng Olah Limbah Talas Wanagiri Jadi Pakan Ternak Bergizi Tinggi

Selasa, 05 Mei 2026 • 14:11:01 WIB
Buleleng Olah Limbah Talas Wanagiri Jadi Pakan Ternak Bergizi Tinggi
Kelompok Ternak Kambing Sami Mupu mengolah limbah talas menjadi pakan ternak bergizi tinggi di Wanagiri.

BULELENG — Kelompok Ternak Kambing Sami Mupu di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, mulai menerapkan teknologi ekonomi sirkular untuk mengatasi persoalan limbah organik. Limbah dari industri pengolahan talas yang sebelumnya tidak terpakai kini ditransformasi menjadi pakan ternak fungsional dalam bentuk pelet.

Penerapan teknologi tepat guna ini dipelopori oleh tim pengabdian masyarakat dari Universitas Warmadewa. Langkah ini menjadi solusi atas melimpahnya sisa produksi keripik dan kue talas yang selama ini membebani lingkungan desa setempat.

Inovasi Fermentasi Tekan Zat Anti-Nutrisi pada Talas

Akademisi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, Ir. Ni Ketut Mardewi, MP, menjelaskan bahwa limbah talas memiliki kendala alami berupa kandungan kalsium oksalat. Zat ini menimbulkan rasa gatal sehingga tidak bisa langsung diberikan kepada ternak dalam jumlah besar.

Melalui sentuhan teknologi fermentasi, kandungan zat anti-nutrisi tersebut berhasil dihilangkan. Proses ini juga secara efektif menurunkan kadar serat kasar yang awalnya mencapai 21,56 persen menjadi 16,29 persen, sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak kambing.

"Melalui fermentasi, kita tidak hanya menghilangkan rasa gatal, tetapi juga meningkatkan nilai gizi secara signifikan. Berdasarkan uji laboratorium, kadar serat kasar berhasil kita turunkan dari 21,56 persen menjadi 16,29 persen, sementara protein kasarnya melonjak dari 7,28 persen menjadi 11,47 persen," kata Mardewi saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Potensi 728 Ton Limbah Talas Per Tahun di Wanagiri

Desa Wanagiri memiliki potensi komoditas talas yang sangat besar, mencapai 728,49 ton per tahun. Namun, pertumbuhan industri rumah tangga yang mengolah umbi talas menyisakan persoalan baru berupa tumpukan kulit, batang, hingga daun yang belum termanfaatkan secara optimal.

Implementasi strategi zero waste di Banjar Dinas Bhuana Sari pada Minggu (3/5/2026) membuktikan bahwa seluruh bagian tanaman talas bisa masuk ke dalam siklus produksi. Pengolahan menjadi bentuk pelet memudahkan peternak dalam hal penyimpanan dan distribusi pakan kepada ternak.

"Konsep ini memastikan seluruh bagian tanaman masuk ke dalam siklus produksi. Daun, batang, hingga kulit umbi diproses menjadi pakan yang praktis, mudah disimpan dalam bentuk pelet, dan memiliki nutrisi merata," tambah Mardewi.

Dukungan Pendanaan Kemendikti Saintek untuk Ekonomi Sirkular

Kegiatan pemberdayaan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026. Proyek tersebut mendapatkan dukungan pendanaan resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Inovasi ini diharapkan tidak hanya berhenti di kelompok Sami Mupu, tetapi juga direplikasi oleh desa-desa lain di Buleleng yang memiliki karakteristik limbah pertanian serupa. Selain meningkatkan kesejahteraan peternak melalui efisiensi biaya pakan, program ini memperkuat posisi Bali dalam pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di sektor pertanian ramah lingkungan.

Bagikan
Sumber: baliberkarya.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks