BALI — Kenaikan harga jual ini juga diikuti oleh harga pembelian kembali (buyback) yang naik ke level Rp2,594 juta per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan buyback saat ini berada di kisaran Rp195 ribu per gram. Pergerakan ini menjadi sinyal bagi investor yang ingin merealisasikan keuntungan di tengah tren penguatan logam mulia.
Tidak hanya Antam, emas cetakan BSI Gold juga mencatatkan penguatan. Berdasarkan situs HRTA Gold, harga emas BSI Gold ukuran 1 gram hari ini berada di Rp2,681 juta, dengan buyback dipatok Rp2,551 juta.
Namun, situasi berbeda terjadi di Pegadaian. Harga emas Galeri24 justru turun Rp8 ribu menjadi Rp2,756 juta per gram. Sementara itu, emas UBS juga melemah Rp5 ribu ke level Rp2,788 juta per gram. Perbedaan harga antarproduk ini dipengaruhi oleh faktor produsen, standar cetakan, hingga jalur distribusi masing-masing merek.
Berikut rincian harga dasar emas Antam ukuran 0,5 gram hingga 1 kilogram, belum termasuk pajak 0,25 persen:
Sementara itu, harga emas BSI Gold ukuran 1 gram dibanderol Rp2.681.000 dengan buyback Rp2.551.000. Untuk emas Galeri24, harga 1 gram berada di Rp2.756.000, sedangkan emas UBS ukuran yang sama dijual Rp2.788.000.
Bagi investor ritel, perbedaan harga antar merek ini bisa menjadi pertimbangan. Emas Antam dikenal memiliki likuiditas tinggi karena jaringan distribusi yang luas. Namun, BSI Gold menawarkan harga lebih rendah dengan buyback yang kompetitif. Sementara itu, Pegadaian dengan produk Galeri24 dan UBS memberikan alternatif bagi pembeli yang mencari harga lebih murah di awal.
Perlu dicatat, harga emas Antam yang tercantum belum termasuk pajak 0,25 persen. Pembeli perlu memperhitungkan biaya tambahan ini saat membeli emas batangan sebagai instrumen investasi jangka panjang.