BALI — Direktur Olahraga Liverpool, Richard Hughes, dan CEO Sepak Bola FSG, Michael Edwards, telah memulai kontak dengan kubu Iraola. Pelatih asal Basque berusia 43 tahun itu menjadi favorit utama setelah kontraknya bersama Bournemouth habis pada akhir musim lalu.
Keunggulan utama Iraola dibanding kandidat lain adalah statusnya yang bebas kontrak. Liverpool tidak perlu membayar kompensasi untuk merekrutnya, berbeda dengan Sebastian Hoeness (Stuttgart) dan Pierre Sage (Lens) yang masih terikat kontrak.
Faktor ini krusial mengingat The Reds ingin proses perekrutan selesai cepat. Target mereka: pelatih baru sudah mulai bekerja sebelum Piala Dunia 2026 dimulai pada 11 Juni, agar punya waktu cukup mempersiapkan tim untuk pramusim.
Iraola bukan tanpa pesaing. AC Milan, Bayer Leverkusen, dan Crystal Palace dikabarkan telah melakukan pendekatan sejak ia meninggalkan Bournemouth. Situasi ini memaksa Liverpool bergerak cepat agar tidak kehilangan target utama.
Selama tiga musim di Vitality Stadium, Iraola sukses membawa Bournemouth lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub pada musim perdananya. Sage dari Lens juga masuk radar, namun Palace disebut-sebut menjadi pesaing terdekat untuk pelatih asal Prancis tersebut.
Arne Slot menerima kabar pemecatan sekitar 90 menit sebelum Liverpool mengumumkannya secara resmi pada Sabtu (24/5) pukul 12.30 waktu setempat. Keputusan ini diambil setelah review musim yang dipimpin Hughes dan Edwards.
Review tersebut menganalisis data performa tim sepanjang musim tanpa melibatkan pemain. Meski ada ketidakpuasan suporter, faktor itu disebut tidak menjadi penentu utama. Kesimpulan akhir: tim dinilai tidak akan berkembang di bawah arahan Slot.
Kapten Liverpool Virgil van Dijk memberikan penghormatan kepada Slot melalui media sosial. "Kami tidak akan pernah melupakan perjalanan meraih Premier League di musim pertama bersama. Terima kasih, Pelatih, dan semoga sukses untukmu dan keluarga di masa depan," tulis Van Dijk di Instagram.
FSG disebut masih memberikan kepercayaan penuh kepada Hughes dan Edwards untuk memimpin operasional sepak bola Liverpool, meskipun investasi belanja pemain musim panas lalu mencapai hampir £450 juta belum memberikan hasil optimal.