DENPASAR — Bulan kelima tahun 2026 menjadi bulan yang padat dengan aktivitas keagamaan bagi umat Hindu di Bali. Berdasarkan penanggalan tradisional yang dirilis kalenderbali.org, ada lima rerainan yang perlu dicatat, dimulai sejak pekan ketiga Mei.
Purnama Jadi Pembuka Rangkaian Sucinya Bulan Ini
Rerainan pertama jatuh pada Minggu (24/5/2026) bertepatan dengan Purnama. Umat di seluruh Bali biasanya melaksanakan persembahyangan bersama di pura keluarga maupun pura desa pada hari ini.
Purnama dipercaya sebagai momen baik untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan. Sejumlah pedagang banten di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari sudah bersiap menyediakan perlengkapan canang dan daksina sejak Sabtu (23/5).
Tilem, Saraswati, dan Banyu Pinaruh Bergulir Pekan Depan
Setelah Purnama, rangkaian dilanjutkan dengan Tilem yang diperkirakan berlangsung sepuluh hari kemudian. Tilem merupakan hari suci untuk melakukan mohon pensucian diri dan peleburan energi negatif.
Tidak berselang lama, umat juga akan merayakan Hari Raya Saraswati, yaitu turunnya ilmu pengetahuan. Pada hari ini, seluruh lontar dan buku dikumpulkan di tempat suci lalu dipersembahkan banten.
Sehari setelah Saraswati, umat merayakan Banyu Pinaruh yang identik dengan ritual pembersihan diri di pantai atau sumber mata air. Tradisi ini banyak dilakukan di kawasan Sanur, Padang Galak, hingga Pantai Petitenget.
Sabuh Mas: Rerainan Penutup dengan Simbol Kemakmuran
Rerainan kelima yang menutup bulan ini adalah Sabuh Mas. Hari raya ini memiliki makna pemujaan terhadap Dewi Lakshmi sebagai simbol kemakmuran dan kekayaan.
Umat diwajibkan menghaturkan banten pejati di merajan atau sanggah masing-masing. Beberapa banjar di Denpasar dan Gianyar biasanya menggelar gotong royong menyiapkan banten besar secara kolektif sehari sebelumnya.
Masyarakat diimbau mengecek kembali kalender lokal masing-masing karena penetapan hari pastinya bisa berbeda tipis antardaerah sesuai wewaran dan pawukon setempat.