BANGLI — Satu keluarga di Bangli menjadi korban gigitan anjing rabies dalam satu peristiwa yang sama. Menindaklanjuti kejadian itu, petugas PKP Bangli langsung bergerak melakukan eliminasi terhadap lima ekor anjing liar di sekitar lokasi. Anjing-anjing tersebut diduga kuat sempat melakukan kontak langsung dengan anjing penular rabies yang menggigit korban.
Langkah eliminasi menjadi prioritas utama untuk mencegah meluasnya penularan rabies. Petugas menyisir area di sekitar tempat tinggal korban untuk memastikan tidak ada lagi anjing liar yang berpotensi membawa virus. Lima ekor anjing liar yang berada di radius dekat lokasi kejadian langsung ditangani oleh tim PKP.
Kebijakan eliminasi diambil berdasarkan protokol penanganan rabies di daerah endemis. Anjing liar yang tidak memiliki pemilik dan berkeliaran di sekitar lokasi gigitan dinilai memiliki risiko tinggi menularkan virus. Kontak langsung dengan anjing penular rabies menjadi indikator utama dalam penentuan sasaran eliminasi.
Petugas memastikan bahwa eliminasi hanya menyasar anjing-anjing yang terindikasi berbahaya dan tidak menimbulkan keresahan berlebih di masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengendalian rabies yang telah berjalan di Bali.
Korban dari satu keluarga yang digigit anjing rabies telah mendapatkan penanganan medis. Belum ada laporan lebih lanjut mengenai kondisi terkini para korban. Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus memantau perkembangan penanganan pasca-gigitan.
Warga diimbau untuk segera melapor ke petugas PKP atau dinas peternakan setempat jika menemukan anjing liar yang mencurigakan. Hindari kontak langsung dan jangan memberi makan anjing yang tidak diketahui status kesehatannya. Vaksinasi rabies secara rutin untuk hewan peliharaan juga menjadi langkah pencegahan yang efektif.