Blue Origin Targetkan New Glenn Terbang Lagi Akhir Tahun Ini, NASA Ragukan Pemulihan Landasan Sebelum 2028

Penulis: Vino Bastian  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 18:09:01 WIB
Ledakan saat uji tembak statis New Glenn menghentikan operasi di Launch Complex 36.

Ledakan di Launch Complex 36 (LC-36) terjadi ketika Blue Origin tengah melakukan uji tembak statis (hotfire test) untuk mempersiapkan misi keempat New Glenn. Peristiwa itu langsung menghentikan seluruh operasi di landasan yang baru saja kembali beroperasi setelah sebelumnya di-ground-kan oleh Federal Aviation Administration (FAA) akibat kebocoran kriogenik pada misi ketiga.

Keyakinan di Tengah Puing: "Menara Bisa Diperbaiki di Tempat"

Dalam unggahan di platform X, Dave Limp menyampaikan kabar positif setelah timnya mendapatkan akses kembali ke lokasi ledakan. "Kami akan terbang lagi sebelum akhir tahun ini. Gradatim Ferociter," tulis Limp, merujuk pada moto perusahaan yang berarti "selangkah demi selangkah, dengan keganasan."

Limp merinci bahwa tangki bahan bakar roket—yang menyimpan oksigen cair, hidrogen cair, dan LNG—masih dalam kondisi baik. Ia menyebut ini sebagai "keberuntungan" karena komponen-komponen tersebut memiliki waktu produksi yang sangat panjang. "Menara pendukung rusak, tapi bisa diperbaiki di tempat, bukan dirobohkan dan diganti," tegasnya.

NASA Bicara Realita: "Butuh Waktu Serius"

Namun, penilaian Jared Isaacman, yang baru saja menjabat sebagai administrator NASA, memberikan gambaran yang jauh berbeda. Dalam wawancara dengan CNBC, Isaacman mengungkapkan bahwa restorasi LC-36 akan memakan "waktu yang serius" dan menyebut tahun 2028 sebagai "sesuatu yang mungkin terjadi."

Isaacman mengunjungi langsung lokasi ledakan sehari setelah insiden, pada 29 Mei, untuk melihat kerusakan dan berbicara dengan tim teknis Blue Origin. Pernyataan publiknya menjadi pukulan telak bagi optimisme yang dibangun Limp, mengingat NASA adalah klien utama Blue Origin untuk program Artemis dan Moon Base.

Dua Bisnis Raksasa di Ujung Tanduk

Tekanan terhadap Blue Origin datang dari dua arah sekaligus. Pertama, NASA telah menunjuk perusahaan milik Jeff Bezos ini sebagai salah satu penyedia layanan peluncuran utama untuk misi Moon Base I yang dijadwalkan terbang pada musim gugur tahun ini. Kedua, Amazon—juga milik Bezos—bergantung pada New Glenn untuk meluncurkan 48 satelit Leo dalam misi keempat yang batal tersebut. Satelit-satelit itu merupakan tulang punggung layanan broadband internet Amazon yang rencananya diluncurkan akhir tahun ini.

Keterlambatan pemulihan LC-36 berarti menunda pendapatan dari dua kontrak strategis ini. Amazon tidak bisa menunggu terlalu lama karena persaingan dengan Starlink milik SpaceX semakin memanas.

Landasan Alternatif: Masih Sekadar Rencana di Atas Kertas

Blue Origin sebenarnya memiliki opsi cadangan. Perusahaan sedang mengembangkan landasan baru di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California. Namun, negosiasi sewa untuk Space Launch Complex (SLC)-14 baru saja rampung dengan pemerintah AS.

Dave Limp sendiri mengakui bahwa persiapan fasilitas di Vandenberg akan memakan waktu sekitar dua tahun. Artinya, landasan tersebut tidak akan siap sebelum tahun 2028—sama persis dengan perkiraan pesimistis Isaacman untuk perbaikan LC-36. Tanpa solusi cepat, Blue Origin terancam menjadi penonton dalam perlombaan antariksa komersial yang semakin cepat.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top