SINGARAJA — Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian ini pada pukul 13.55 Wita dari seorang warga bernama Waskita. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, membenarkan bahwa satu orang dilaporkan terseret arus deras di sungai yang berada tepat di belakang rumah korban.
“Info kejadian adanya 1 orang terseret arus banjir kami terima dari Bapak Waskita, diperkirakan kejadiannya sekitar pukul 12.30 Wita,” terang Sidakarya dalam keterangan resminya.
Banjir yang melanda kawasan tersebut tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghantam sebagian rumah korban. Arus deras sungai yang meluap membuat Ricardo terseret dan belum ditemukan hingga Jumat sore.
Menindaklanjuti laporan, Pos SAR Buleleng langsung mengerahkan delapan personel menuju lokasi. Namun, jarak tempuh dari pos ke Perum Griya Mahadewa mencapai satu setengah jam perjalanan.
“Kami langsung merespon cepat dengan memberangkatkan 8 orang personel Pos SAR Buleleng menuju lokasi kejadian,” imbuh Sidakarya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya penyisiran sungai terus dilakukan. Tim SAR menyusuri aliran sungai dari titik awal kejadian menuju arah utara hingga kawasan Pantai Indah. Namun, belum ada tanda-tanda keberadaan mahasiswa nahas tersebut.
Operasi pencarian melibatkan unsur dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Buleleng, Polsek Buleleng, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Warga sekitar sebelumnya sudah berupaya mencari sendiri, tetapi hasilnya nihil. Keluarga korban kemudian memutuskan melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.
Cuaca di wilayah Buleleng pada Jumat siang dilaporkan cukup ekstrem, memicu banjir di sejumlah titik. Tim SAR masih terus melakukan pencarian dan belum menetapkan batas waktu operasi.