Apple Siapkan Dana Besar untuk Akuisisi Perusahaan Chip AI, Kurangi Ketergantungan pada Nvidia

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 00:15:31 WIB
Apple menyiapkan dana besar untuk mengakuisisi perusahaan chip kecerdasan buatan guna mengurangi ketergantungan pada Nvidia.

BALI — Laporan terbaru dari The Information mengungkapkan bahwa Apple tengah mencari target akuisisi di bidang chip kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diambil untuk memperkuat infrastruktur server AI internal dan memutus ketergantungan pada pemasok dominan, Nvidia.

Mengapa Apple Perlu Bergerak Cepat?

Apple saat ini memang sudah menangani sebagian proses AI di pusat datanya sendiri menggunakan chip racikan internal. Namun, untuk beban kerja yang lebih berat, perusahaan masih menyewa infrastruktur Nvidia yang tertanam di Google Cloud.

Pengaturan ini termasuk untuk mengoperasikan model Gemini yang menjadi otak dari Siri versi terbaru. Ketergantungan ini menjadi masalah ketika tim pengembang Siri mencoba menjalankan model Google Gemini di server milik Apple sendiri. Hasilnya, chip yang dirancang untuk beban kerja Mac tidak sanggup menangani skala model tersebut. Alhasil, sebagian proses Siri tetap harus dijalankan di server Nvidia dalam infrastruktur Google Cloud.

Proyek Chip Server Baltra Tertunda

Apple sebenarnya sudah mengerjakan chip server AI sendiri dengan nama kode Baltra. Chip ini diharapkan bisa mulai dikirim tahun ini, namun The Information melaporkan bahwa proyek tersebut mengalami penundaan. Sumber yang mengetahui proyek ini mengatakan bahwa pengembangan belum rampung sesuai jadwal awal.

Keterbatasan ini tidak lepas dari fokus tim desain chip Apple yang selama ini lebih banyak berkutat pada perangkat bertenaga baterai, bukan server berperforma tinggi yang bisa menyaingi Nvidia. Untuk mengejar ketertinggalan, Apple tengah mengembangkan chip server berbasis M5 Ultra dan M7 Ultra. Namun, Bloomberg melaporkan bahwa chip berbasis M7 Ultra kemungkinan baru siap pada 2029.

Perubahan Strategi Akuisisi dan Keuangan

Apple dikenal sangat selektif dalam mengakuisisi perusahaan. Selama ini, nilai akuisisi jarang melebihi ratusan juta dolar AS. Namun, pola itu mulai berubah. Pada Januari lalu, Apple merampungkan akuisisi Q.ai, perusahaan asal Israel yang mengkhususkan diri pada interpretasi suara lewat gerakan mikro wajah, dengan nilai mendekati USD 2 miliar (sekitar Rp 33 triliun). Nilai ini hanya kalah dari akuisisi Beats Electronics sebesar USD 3 miliar pada 2014.

Perubahan strategi juga terlihat dari sisi keuangan. Dalam panggilan pendapatan kuartal terbaru, CFO Kevan Parekh menyatakan bahwa Apple tidak lagi menargetkan status "net cash neutral". Kebijakan ini sebelumnya membuat Apple menjaga cadangan kas tetap seimbang dengan total utang. Meski tidak dijelaskan secara gamblang, keputusan ini memberi Apple fleksibilitas lebih besar untuk mendanai akuisisi bernilai besar ke depannya.

Bukan Kali Pertama Apple Andalkan Akuisisi untuk Chip

Kemampuan Apple dalam mendesain chip sendiri sejatinya berawal dari akuisisi. Pada 2008, Apple membeli PA Semi seharga USD 278 juta. Kesepakatan itu menjadi fondasi bagi lini prosesor kustom yang kini digunakan di hampir semua produk Apple, dari iPhone hingga Mac.

Selain akuisisi, Apple juga menjalin kemitraan jangka panjang. The Information melaporkan bahwa Apple telah bekerja sama dengan Broadcom untuk mengembangkan chip server AI sejak 2024. Kemitraan ini baru saja diperpanjang hingga 2031, seperti dikonfirmasi dalam dokumen sekuritas Broadcom pekan lalu.

Pergantian Kepemimpinan Bisa Percepat Langkah

Faktor lain yang bisa mempercepat agresivitas Apple dalam akuisisi adalah transisi kepemimpinan. Kepala divisi perangkat keras, John Ternus, dijadwalkan menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada September mendatang. Sementara itu, eksekutif chip Johny Srouji kini mendapat tanggung jawab yang diperluas, tidak hanya menangani semikonduktor tetapi seluruh rekayasa perangkat keras Apple.

Dengan kombinasi dana yang lebih fleksibel, proyek chip internal yang tertunda, dan kepemimpinan baru yang lebih agresif, akuisisi perusahaan chip AI tampaknya menjadi langkah logis berikutnya bagi Apple. Bagi pengguna, implikasinya jelas: Siri dan fitur AI lainnya di iPhone di masa depan bisa berjalan lebih cepat dan lebih cerdas tanpa harus bergantung pada pihak ketiga.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: macrumors.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top