DENPASAR — Jumlah investor pasar modal di Bali juga ikut meroket. Hingga Maret 2026, tercatat ada 392.841 investor yang teridentifikasi melalui nomor tunggal identitas investor (SID). Jumlah itu bertambah hampir 30 persen dari posisi Maret 2025 yang sebanyak 302 ribu SID.
Investor Saham Tumbuh Paling Tinggi
Dari total investor tersebut, OJK merinci investor reksa dana masih mendominasi dengan 369.562 investor. Disusul investor saham sebanyak 199.394 investor, dan investor surat berharga negara (SBN) sebanyak 34.085 investor.
"Investor saham tumbuh paling tinggi 31,97 persen," kata Parjiman di Denpasar, Kamis.
Literasi Pasar Modal Masih Tertinggal
Meski jumlah investor naik signifikan, tingkat pemahaman masyarakat terhadap pasar modal masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi sektor pasar modal baru mencapai 17,78 persen. Sementara indeks inklusinya sangat rendah, hanya 1,34 persen.
Secara umum, indeks literasi keuangan nasional berada di angka 66,46 persen dan indeks inklusi keuangan 80,51 persen. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masing-masing sebesar 65,43 persen dan 75,02 persen.
OJK Dorong Edukasi agar Investasi Tak Sekadar Ikut-ikutan
OJK Bali terus menggenjot literasi dan inklusi keuangan di daerah. Regulator menjadikan pasar modal sebagai salah satu sasaran prioritas dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia.
Parjiman menambahkan, edukasi ini penting agar masyarakat tidak hanya tertarik karena iming-iming keuntungan semata, tetapi juga memahami risiko investasi. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan partisipasi investor bisa lebih berkualitas dan berkelanjutan.