DENPASAR — PT Jamkrida Bali Mandara mencatat tiga capaian tertinggi dalam survei yang dilakukan selama 15 tahun perusahaan berdiri. Selain 92,2 persen UMKM merasa lebih mudah menjalin kerja sama bisnis baru, sebanyak 90 persen UMKM lainnya dinyatakan mampu meningkatkan strategi pemasaran serta mengembangkan produk atau layanan baru setelah memperoleh penjaminan.
"Lebih dari 85 persen responden menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa layanan penjaminan Jamkrida Bali memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha mereka," kata Adhi dalam sambutannya, Senin (10/8/2026).
Adhi menuturkan, capaian ini menunjukkan bahwa penjaminan yang diberikan tidak hanya sekadar mempermudah akses pinjaman ke perbankan. Lebih dari itu, layanan tersebut turut mendorong peningkatan kapasitas usaha, daya saing, inovasi, hingga perluasan peluang pasar bagi pelaku UMKM di Pulau Dewata.
Menurutnya, seluruh capaian tersebut diraih berkat kepercayaan, sinergi, dan dukungan dari seluruh mitra serta pemangku kepentingan. Melalui momen ulang tahun ke-15 ini, Adhi berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan jaminan kredit yang semakin baik dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Bali dan Indonesia.
Perayaan HUT ke-15 Jamkrida Bali Mandara tidak hanya diisi seremoni. Adhi menjelaskan, rangkaian acara juga dipadukan dengan penyaluran corporate social responsibility (CSR) melalui kegiatan sosial, kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan spiritual, hingga dukungan kepada sektor pertanian.
"Oleh karena itu, rangkaian peringatan HUT ke-15 Jamkrida Bali kami isi dengan berbagai kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai jati diri perusahaan," jelas mantan Ketua Komisi III DPRD Bali itu.
Pada momen yang sama, perusahaan resmi meluncurkan logo baru. Adhi menyebut logo tersebut merepresentasikan nilai-nilai perusahaan seperti kepercayaan, keamanan, integritas, kemakmuran, keunggulan layanan, dan pertumbuhan berkelanjutan.
"Karena kami percaya, perusahaan yang mampu bertumbuh adalah perusahaan yang mampu terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas," terangnya.
Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra menambahkan, PT Jamkrida Bali Mandara didirikan dengan tujuan membantu pelaku UMKM yang mengalami kesulitan mengembangkan usaha. Menurutnya, banyak UMKM sebenarnya layak mendapatkan pembiayaan, tetapi terkendala akses ke perbankan.
"Maka kehadiran PT Jamkrida adalah mengatasi kesulitan, membantu mereka biar agar bisa mengakses, mengakses produk-produk keuangan di lembaga keuangan baik bank maupun nonbank," sebut Indra.
Indra menegaskan, UMKM memiliki ketahanan yang lebih besar dibandingkan sektor usaha lainnya yang rentan mengalami fluktuasi saat terjadi gejolak ekonomi, bencana alam, maupun pandemi. Ia mencontohkan, saat pandemi COVID-19 melanda, banyak sektor usaha yang sebelumnya dianggap kuat justru mengalami penurunan signifikan.
"Bukti yang tidak bisa kita bantah adalah pada saat kita mengalami pandemi COVID. Sebagian besar sektor-sektor usaha yang tadinya dikategorikan sebagai sektor usaha yang kuat, ternyata pada saat COVID mengalami penurunan yang sangat signifikan," jelasnya.