BALI — Banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Silaga-laga melanda permukiman warga di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang menjadi pemicu utama keruntuhan struktur pembatas sungai tersebut.
"BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah telah mendirikan tenda pengungsian darurat di Lingkungan II, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka," kata Muhari di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Warga Bertahan di Gereja HKI Lama dan Tenda Darurat
Para penyintas banjir tidak hanya bergantung pada tenda darurat. Sebagian warga menempati Gereja HKI Lama yang berada di Kelurahan Hutanabolon sejak hari pertama kejadian. Lokasi pengungsian ini menjadi titik konsentrasi warga yang rumahnya terendam luapan Aek Silaga-laga.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi wilayah terdampak meliputi Kelurahan Sipange dan Kelurahan Hutanabolon di Kecamatan Tukka, serta Kelurahan Lopian di Kecamatan Badiri. Data awal mencatat 50 unit rumah penduduk terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Kronologi Jebolnya Tanggul dan Upaya Evakuasi
Hujan deras yang mengguyur kawasan Tapanuli Tengah sejak Senin sore menyebabkan debit air Sungai Aek Silaga-laga naik secara drastis. Tekanan air yang tinggi akhirnya membuat tanggul jebol, dan luapan dengan cepat menerjang permukiman yang berada di dekat aliran sungai.
Tim reaksi cepat BPBD Tapanuli Tengah langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap mengingat kondisi medan dan cuaca yang masih tidak menentu pasca-hujan deras.
Pemantauan Debit Air dan Pendataan Korban Berlanjut
Hingga Selasa (4/8/2026), tim gabungan masih bersiaga di lokasi bencana. Abdul Muhari menambahkan bahwa petugas terus memantau penurunan debit air serta memperbarui data korban dan kerusakan infrastruktur secara berkala.
"Hingga saat ini, tim reaksi cepat BPBD Tapanuli Tengah masih berada di lokasi untuk memantau penurunan debit air," ujarnya. Pendataan lanjutan diperlukan untuk memastikan tidak ada warga yang belum terdata serta menilai tingkat kerusakan rumah dan fasilitas umum yang terdampak.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini. BNPB mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan jika intensitas hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.