Pencarian

Danantara Kini Kendalikan 13 Emiten BUMN, Garuda Indonesia Jadi yang Terbesar dengan 91,11 Persen Saham

Senin, 10 Agustus 2026 • 11:55:01 WIB
Danantara Kini Kendalikan 13 Emiten BUMN, Garuda Indonesia Jadi yang Terbesar dengan 91,11 Persen Saham
Danantara resmi menguasai mayoritas saham di 13 emiten BUMN, dengan porsi tertinggi pada Garuda Indonesia sebesar 91,11 persen.

BALI — Kepemilikan saham Danantara pada 13 emiten itu berkisar antara 50,49 persen hingga 91,11 persen. Posisi pengendalian tertinggi memang dipegang Garuda Indonesia, disusul Wijaya Karya (WIKA) dengan 90,11 persen, dan Krakatau Steel di angka 79,20 persen.

Di sektor perbankan, Danantara menggenggam kendali atas empat bank pelat merah sekaligus: Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Keempatnya memiliki porsi saham yang bervariasi, dengan BRI mencapai 52,66 persen dan Bank Mandiri 51,48 persen.

Daftar Lengkap 13 Emiten yang Dikuasai Danantara

Data KSEI menunjukkan seluruh kepemilikan tersebut tercatat atas nama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danantara Asset Management. Berikut rincian lengkapnya:

  • Garuda Indonesia (GIAA): 370,9 miliar saham atau 91,11 persen
  • Wijaya Karya (WIKA): 35,9 miliar saham atau 90,11 persen
  • Krakatau Steel (KRAS): 15,3 miliar saham atau 79,20 persen
  • Waskita Karya (WSKT): 21,5 miliar saham atau 74,60 persen
  • Jasa Marga (JSMR): 5,03 miliar saham atau 69,30 persen
  • Adhi Karya (ADHI): 5,35 miliar saham atau 63,69 persen
  • Bank Negara Indonesia (BBNI): 22,2 miliar saham atau 59,40 persen
  • Bank Tabungan Negara (BBTN): 8,34 miliar saham atau 59,40 persen
  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI): 79,8 miliar saham atau 52,66 persen
  • Telkom Indonesia (TLKM): 51,1 miliar saham atau 51,57 persen
  • Bank Mandiri (BMRI): 48,05 miliar saham atau 51,48 persen
  • Semen Indonesia (SMGR): 3,42 miliar saham atau 50,69 persen
  • PP (Persero) (PTPP): 3,13 miliar saham atau 50,49 persen

Peran Strategis di Infrastruktur dan Industri Dasar

Di luar perbankan, Danantara juga memegang kendali atas perusahaan-perusahaan infrastruktur penting seperti Telkom Indonesia, Jasa Marga, Adhi Karya, PP, Waskita Karya, dan Wijaya Karya. Kepemilikan ini memperkuat peran Danantara dalam mengelola proyek-proyek pembangunan nasional, mulai dari jalan tol hingga konstruksi.

Sementara di sektor industri dasar, Semen Indonesia dan Krakatau Steel berada di bawah kendali Danantara. Di sektor transportasi udara, Garuda Indonesia menjadi andalan utama dengan penguasaan saham yang sangat dominan.

Program Streamlining: 274 BUMN Sudah Dipangkas

Penguasaan mayoritas ini berjalan seiring program streamlining yang tengah digencarkan pemerintah. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa 274 entitas BUMN telah berhasil disederhanakan.

"Kami sebelumnya sudah melaporkan bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, hasilnya sekarang sudah 274 perusahaan yang kami lakukan streamlining," ujar Dony dalam keterangan tertulis yang diterima Kabarbursa.com, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Target akhir program ini jauh lebih besar. Dari total 652 perusahaan yang direncanakan masuk proses penyederhanaan, jumlah entitas BUMN yang tersisa diproyeksikan hanya sekitar 250 perusahaan. Penyederhanaan ini bertujuan membuat struktur perusahaan negara lebih ramping agar pengelolaannya lebih efektif dan efisien.

Dengan portofolio yang demikian luas, Danantara kini menjadi pemegang saham pengendali yang menentukan arah strategis 13 emiten kunci di bursa. Konsolidasi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing BUMN di tengah dinamika ekonomi global yang semakin menantang.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks