BULELENG — Kepadatan arus kendaraan di pusat Kota Singaraja diprediksi meningkat signifikan selama Buleleng Festival 2026 berlangsung. Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng bersama Satlantas Polres Buleleng telah menyusun skema pengalihan arus, khususnya bagi kendaraan berat yang melintasi area lokasi kegiatan.
Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup total akses jalan di sekitar lokasi festival. Namun, pengaturan akan diperketat di sejumlah titik rawan kepadatan, terutama di Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai, dan Jalan Pahlawan.
“Kami sudah sepakat dengan Polres Buleleng bahwa tidak akan menutup total. Masih bisa berakses, namun kami akan mengalihkan kendaraan-kendaraan besar, kendaraan truk, kendaraan berbadan atau bersasis sumbu tiga ke tempat-tempat yang memang tidak memungkinkan untuk dilalui,” ujar Gunawan, Selasa (11/8/2026).
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan BulFest tahun ini akan menggunakan kawasan Catus Pata sebagai salah satu lokasi panggung utama. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan, sehingga penempatan petugas di lapangan akan diperkuat.
Potensi kepadatan terbesar diperkirakan terjadi di Jalan Ahmad Yani. Jalan ini menjadi salah satu jalur pengalihan utama dan berpotensi menerima tambahan beban arus lalu lintas dari berbagai arah.
Dishub Buleleng telah menyiapkan dua jalur pengalihan utama untuk kendaraan yang melintasi pusat kota. Kendaraan dari arah selatan atau Denpasar menuju wilayah barat akan diarahkan melalui Jalan Mayor Metra, Jalan Gajah Mada, Jalan Dr. Sutomo, hingga Jalan Ahmad Yani.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah timur atau Karangasem menuju barat akan dialihkan melalui Jalan WR Supratman, Jalan Surapati, Jalan Hasanuddin, Jalan Dr. Sutomo, dan Jalan Ahmad Yani. Untuk kendaraan dari arah timur menuju selatan, jalur yang disiapkan adalah Jalan WR Supratman, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Setia Budi, Jalan Gempol, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Mayor Metra.
Pengalihan kendaraan berat menjadi fokus utama dalam rekayasa lalu lintas kali ini. Dishub Buleleng mencatat sekitar 750 hingga 800 truk material dari arah Karangasem menuju Buleleng maupun Jembrana melintas setiap harinya.
“Mulai sekarang akan ada ketersendatan arus lalu lintas di Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai dan Jalan Pahlawan. Kami sudah sepakat dengan Polres Buleleng bahwa tidak akan menutup total, tetapi pengaturan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Dishub Buleleng telah memasang sejumlah rambu petunjuk untuk membantu pengguna jalan mengikuti jalur pengalihan yang telah disiapkan. Masyarakat diminta untuk memperhatikan rambu-rambu tersebut serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pengendara juga diimbau untuk tidak memarkirkan kendaraan di kawasan Catus Pata dan titik-titik yang telah ditetapkan sebagai area steril. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan akses menuju lokasi kegiatan tetap berjalan lancar.
Gunawan menambahkan, potensi gangguan arus lalu lintas sebenarnya sudah mulai muncul sejak tahap persiapan festival. Aktivitas pemasangan panggung dan proses bongkar muat di lokasi kegiatan telah berlangsung, sehingga pengaturan di lapangan akan terus disesuaikan hingga festival resmi ditutup.