BULELENG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Hita Buleleng (THB) resmi memiliki jajaran direksi baru. I Made Lestariana didapuk kembali sebagai Direktur Utama, didampingi I Nyoman Suwirta yang mengisi kursi Direktur Teknik.
Pelantikan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kuasa Pemilik Modal (KPM) Nomor 07/S.Kep/KPM/THB/VIII/2026 oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna di Ruang Rapat Smart Room, Jumat (14/8/2026).
Lestariana menargetkan kenaikan kontribusi dividen ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng. Saat ini setoran perusahaan berada di angka Rp 9 miliar, dan ia optimistis bisa mencapai Rp 12 miliar hingga akhir masa jabatannya.
Untuk mencapai target itu, manajemen baru akan menggenjot Rencana Bisnis 2025–2029 melalui skema creative financing dan inovasi operasional. Fokus utamanya adalah peningkatan efisiensi, pembenahan infrastruktur, serta perluasan cakupan layanan air bersih.
Bupati Sutjidra menegaskan bahwa kepercayaan periode ketiga ini bukan tanpa konsekuensi. Ia meminta jajaran direksi menjawabnya dengan kerja nyata, bukan sekadar mempertahankan status quo.
“Saya minta kepercayaan ini dijawab dengan kerja keras, integritas, profesionalisme, dan keberanian melakukan perbaikan. Pertahankan yang sudah baik dan lakukan terobosan untuk hal-hal yang belum tercapai,” tegas Sutjidra.
Menurut Sutjidra, indikator keberhasilan Perumda THB tidak hanya diukur dari kinerja keuangan semata. Keberlanjutan pelayanan air minum sebagai kebutuhan dasar publik menjadi ukuran yang sama pentingnya.
Salah satu pekerjaan rumah yang menjadi sorotan adalah tingginya angka kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Manajemen baru berkomitmen membenahi infrastruktur untuk menekan kebocoran tersebut.
Selain efisiensi internal, perluasan cakupan layanan juga menjadi prioritas. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat Kabupaten Buleleng yang belum terlayani air bersih dari Perumda THB.