BALI — Penonton yang membeli tiket dengan ekspektasi melihat aksi menegangkan melawan dinosaurus mungkin akan dibuat heran. Pasalnya, elemen satwa prasejarah yang digembar-gemborkan di trailer hanya muncul sesekali, sementara porsi terbesar durasi film justru dihabiskan untuk menyoroti dinamika hubungan dua tokoh utamanya.
Disutradarai oleh sutradara yang sebelumnya dikenal lewat film-film indie, The End of Oak Street mengisahkan pasangan suami istri yang sedang berada di ujung tanduk pernikahan. Mereka memutuskan liburan ke rumah warisan di pinggiran kota untuk memperbaiki hubungan, namun rencana itu buyar ketika seekor dinosaurus muncul dan mengubah lingkungan sekitar menjadi zona bahaya.
Premis ini sebenarnya menarik: menguji bagaimana sebuah keluarga yang retak bertahan saat menghadapi ancaman ekstrem. Sayangnya, eksekusi naskah memilih jalan yang berbeda. Konflik antar-manusia justru ditempatkan di depan, menjadikan hewan purba tersebut sekadar latar belakang yang nyaris terlupakan.
Jika ada alasan kuat untuk tetap menonton film ini sampai akhir, maka itu adalah performa Anne Hathaway dan Ewan McGregor. Keduanya tampil penuh intensitas, terutama dalam adegan-adegan adu mulut yang ditulis tajam. Chemistry mereka justru terasa lebih membara saat saling melontarkan kalimat pedas dibanding saat harus berakting panik menghadapi serangan dinosaurus.
Keputusan sutradara untuk memberi ruang lebih bagi drama keluarga ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, penonton dewasa yang menyukai film karakter akan menikmati kedalaman emosi yang disajikan. Di sisi lain, mereka yang datang untuk mencari hiburan bergenre monster pasti akan merasa dibohongi oleh kemasan pemasarannya.
Masalah utama film ini terletak pada identitasnya yang tidak jelas. Sepanjang durasi, penonton dibuat bingung apakah ini film bencana, drama psikologis, atau satire sosial. Beberapa kritikus menilai upaya menggabungkan elemen tersebut justru membuat alur cerita terasa lambat dan kehilangan fokus pada momen-momen krusial yang seharusnya menegangkan.
Alih-alih menampilkan kejaran yang mendebarkan, kamera lebih sering mengarah pada ekspresi wajah kedua pemeran utama. Ini jelas bukan tontonan yang tepat bagi Anda yang mencari sensasi. Namun, bagi penggemar setia Hathaway dan McGregor, film ini adalah bukti lain bahwa mereka adalah aktor serba bisa yang mampu mengangkat materi biasa menjadi layak tonton.
Pada akhirnya, The End of Oak Street adalah studi kasus tentang bagaimana pemasaran film bisa salah arah. Film ini bukan film monster, melainkan drama intim yang kebetulan berlatar kehancuran kota. Keputusan untuk menontonnya sangat bergantung pada ekspektasi Anda: datanglah untuk melihat akting kelas atas, bukan untuk menyaksikan aksi dinosaurus.