BADUNG — Sebanyak 89 Kepala Lingkungan dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas yang dibuka langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Kantor Camat Kuta Utara, Selasa (18/8). Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (20/8) ini menitikberatkan pada penguatan tugas pokok dan fungsi aparat garda terdepan pelayanan masyarakat.
Adi Arnawa menegaskan bahwa validitas data kependudukan menjadi kunci utama menjaga ketertiban administrasi sekaligus deteksi dini gangguan keamanan. "Yang paling penting adalah kita terbuka dan bersama-sama menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya di hadapan para peserta.
Wilayah Kuta Utara yang mencakup tiga kelurahan dan tiga desa kini menjelma menjadi salah satu pusat destinasi wisata utama di Kabupaten Badung. Namun, Bupati mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan kualitas pelayanan publik dan penguatan daya dukung wilayah.
"Karena Kuta Utara merupakan daerah pariwisata yang terus berkembang, tentu tantangan ke depan juga semakin besar. Mulai dari kemacetan, kebersihan lingkungan hingga persoalan keamanan dan kriminalitas," ujar Adi Arnawa.
Ia menganalogikan sektor wisata yang sehat bakal menarik lebih banyak investasi dan kunjungan. "Kalau pariwisata kita berkembang dan berkualitas, tentu akan semakin banyak orang datang, berinteraksi maupun bekerja. Ibaratnya, kalau ada gula, semut akan datang," ungkapnya.
Instruksi pengetatan pendataan penduduk non-permanen, terutama penghuni rumah kos, menjadi salah satu poin krusial dalam arahannya. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan data kependudukan yang akurat di tengah tingginya mobilitas warga yang bekerja di sektor pariwisata.
Sementara itu, jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) diminta memberikan pelayanan prima yang patuh pada regulasi. Pemkab Badung juga terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan baru untuk mengurai titik kemacetan dan menggerakkan roda ekonomi wilayah.
Ketua Panitia sekaligus Kasi Pemerintahan Kecamatan Kuta Utara, Gede Bayu Pramana, melaporkan bahwa bimtek ini diikuti oleh 46 Kepala Lingkungan dan 43 Kelian Banjar Dinas. Selama tiga hari, para peserta akan dibekali materi mulai dari Administrasi Kependudukan, Sistem Pengolahan Sampah Terpadu, hingga penegakan Perda.
Materi lain yang tak kalah penting mencakup Bantuan Sosial (Bansos), Pendataan Wajib Pajak (SIOPD), Perizinan Bangunan atau Usaha, serta skema Penanganan Warga Negara Asing (WNA). Acara pembukaan turut dihadiri jajaran Forkopimcam Kuta Utara, narasumber dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Badung, serta Lurah dan Perbekel se-Kecamatan Kuta Utara.