Buleleng Festival 2026 Tutup dengan

Penulis: Yanto Prasetya  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 14:01:31 WIB
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menutup Buleleng Festival 2026 di Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8) malam.

BULELENGBupati Buleleng I Nyoman Sutjidra resmi menutup Buleleng Festival 2026 dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8) malam. Penutupan dilakukan setelah enam hari pesta rakyat yang memadukan seni, budaya, dan produk lokal itu berhasil membukukan transaksi hingga Rp 3,091 miliar lebih, dengan estimasi akhir mencapai Rp 3,6 miliar.

Angka itu menjadi sinyal kuat bahwa produk buatan warga Buleleng tidak hanya laku di pasar tradisional, tetapi juga diminati wisatawan domestik dan mancanegara yang memadati arena festival.

105 UMKM Tersebar di Tiga Zona, Kuliner Jadi Primadona

Partisipasi pelaku usaha tahun ini terbilang ramai. Sebanyak 105 UMKM lokal ambil bagian dan terbagi dalam tiga zona pameran. Zona A menjadi yang terpadat dengan 48 tenan, disusul Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C dengan 19 tenan.

Keragaman produk yang ditawarkan pun luas, mulai dari kuliner siap santap, olahan pangan kemasan, kriya khas Buleleng, hingga fashion. Struktur ini sengaja dirancang agar pengunjung tidak hanya datang untuk belanja, tetapi juga melihat langsung proses kreatif warga.

Bukan Sekadar Cuan, Ada Target Budaya yang Dikejar

Di balik deretan angka transaksi, pemerintah daerah menaruh harapan besar pada aspek pelestarian budaya. Bupati Sutjidra menegaskan bahwa festival ini menjadi ruang di mana tradisi bertemu dengan kreativitas modern, sehingga budaya Buleleng tetap relevan bagi generasi muda.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Sutjidra dalam sambutannya.

Ia menambahkan, ajang ini juga berfungsi memperkuat jaringan pasar bagi pelaku usaha sekaligus memberi inspirasi bagi anak muda untuk berani berkarya. Komitmen itu akan dilanjutkan lewat program-program pemkab yang berpihak pada pelaku seni dan UMKM.

Apresiasi untuk Pengunjung yang Jaga Ketertiban

Dalam kesempatan itu, Sutjidra menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, aparat keamanan Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng, hingga Kelian Desa Adat dan Prajuru Banjar Adat.

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Semangat 'Uriping Rasa' Dibawa ke Kehidupan Sehari-hari

Menutup rangkaian acara, Bupati mengajak masyarakat membawa semangat ‘Uriping Rasa’ ke luar arena festival. Nilai itu diterjemahkan sebagai ajakan untuk terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Sutjidra.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: lenteraesai.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top