MANGUPURA — Sebanyak 80 orang mengikuti prosesi metatah atau potong gigi dalam rangkaian upacara yadnya massal yang digelar Desa Adat Kwanji. Selain itu, upacara memukur atau nyekah dalam kegiatan yang sama mencakup 66 sawa.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang hadir bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta memastikan komitmen pemerintah daerah untuk hadir meringankan beban masyarakat dalam menjalankan kewajiban adat dan agama. Menurutnya, pelaksanaan yadnya secara kolektif menjadi cara efektif membantu warga, tanpa mengurangi nilai spiritual dan kesakralan ritual.
"Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk senantiasa hadir meringankan beban masyarakat. Astungkara, pelaksanaan karya ini dapat berjalan lancar serta memberikan kerahayuan bagi seluruh warga," ujar Adi Arnawa.
Bantuan senilai Rp700 juta diserahkan secara simbolis oleh Bupati Adi Arnawa kepada Bendesa Adat Kwanji I Nyoman Buda Arka. Penyerahan berlangsung di sela-sela prosesi ngajum sekah yang dipusatkan di Pura Dalem Desa Adat Kwanji, Selasa (25/8/2026).
Adi Arnawa mengapresiasi kebersamaan dan semangat gotong royong krama Desa Adat Kwanji yang menggelar upacara secara kolektif. Menurut dia, model pelaksanaan seperti ini bisa menjadi contoh bagi desa adat lain dalam meringankan beban ekonomi warga saat menjalankan ritual.
Bendesa Adat Kwanji I Nyoman Buda Arka menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara secara massal merupakan agenda yang digelar berdasarkan kesepakatan bersama krama Desa Adat Kwanji. Kegiatan kolektif ini dinilai membantu masyarakat sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan warga.
"Tahun ini, upacara mesangih/metatah (potong gigi) diikuti oleh 80 orang peserta. Sementara untuk upacara memukur/nyekah mencakup sebanyak 66 sawa," jelas Buda Arka.
Puncak upacara dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya masyarakat Desa Adat Kwanji menjaga keberlanjutan tradisi dan ritual keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah sekaligus penyaluran hibah diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan desa adat dalam menjaga eksistensi adat, agama, tradisi, serta budaya Bali.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Badung, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Sempidi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA), tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Kwanji.