BULELENG — Rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 di Buleleng diwarnai padu padan kreativitas dan kedisiplinan. Ratusan peserta dari jenjang Siaga dan Penggalang memadati GOR Bhuana Patra pada Rabu (26/8) pagi.
Ketua Panitia Made Suartha menyebut kegiatan ini menjadi wadah bagi Pramuka Siaga tingkat sekolah dasar untuk menuangkan imajinasi lewat Lomba Mewarnai. Sistem penilaiannya dipisah antara regu putra dan putri, konsisten dengan prinsip satuan terpisah di tubuh Pramuka.
Ketegangan justru tersaji di arena LKBB Tongkat yang melibatkan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebanyak 16 regu Pramuka Penggalang berlomba memamerkan kelihaian formasi, ketepatan aba-aba, serta keselarasan gerak dengan tongkat sebagai instrumen utama.
“Tujuan kami mengarahkannya adalah menunjukkan kekompakan mereka, kemandirian mereka, dan kebersamaan mereka. Sehingga dengan kebersamaan dan kemandirian itu, mereka akan memberikan yang terbaik bagi diri mereka sendiri dan lingkungan,” jelas Made Suartha.
Made Suartha menegaskan kegiatan Pramuka di Kwarcab Buleleng tidak berhenti pada baris-berbaris atau berkemah. Organisasi ini juga merambah adaptasi teknologi digital dengan menggelar turnamen e-Sport Mobile Legends untuk jenjang Penggalang.
“Kegiatan eksplor dan berbagai program kami tunjukkan bahwa kegiatan pramuka itu tidak hanya tepuk tangan, tidak hanya berkemah. Itu untuk menemukan kemandirian. Di samping itu pula, kita ada sentuhan dengan teknologi,” ujarnya.
Sebelum gelaran lomba hari ini, Kwarcab Buleleng telah menjalankan program Bumbu Kemanusiaan dan Bedah Rumah. Pengerjaan bedah rumah disebut telah rampung 95 persen di Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar, serta Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.
Seluruh agenda ini bermuara pada tema besar tahun ini: “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menjadi manifestasi peran strategis Pramuka dalam membina anak berkarakter tangguh menyongsong satu abad Republik Indonesia.
Melalui kombinasi seni, teknologi, ketangkasan, dan kepekaan sosial, Kwarcab Buleleng menunjukkan tunas kelapa di Bali utara tengah mempersiapkan langkah menuju masa depan.