PT BIBU Panji Sakti Teken Kontrak Tiga N219 Amfibi dengan PTDI, Perkuat Logistik Perikanan Bali dan Indonesia Timur

Penulis: Vino Bastian  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:03:31 WIB
Penandatanganan kontrak pembelian tiga unit N219 Amfibi antara PT BIBU Panji Sakti dan PTDI berlangsung di Bandung, Rabu (26/8/2026).

BANDUNG — Rencana PT BIBU Panji Sakti membangun konektivitas logistik laut-udara untuk ekonomi maritim memasuki tahap implementasi. Setelah meneken nota kesepahaman pada Desember 2025, perusahaan resmi mengikat kontrak pembelian tiga unit N219 Amfibi dengan PTDI di Bandung, Rabu (26/8/2026).

Armada ini akan dioperasikan PT BIBU Agro Maritim, anak usaha yang fokus pada rantai pasok komoditas laut. Tiga pesawat tersebut dirancang untuk menjembatani sentra produksi perikanan di kawasan timur dengan pusat perdagangan dan pasar ekspor.

Kecepatan Distribusi Jadi Kunci Nilai Ekonomi Ikan Segar

Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, menyebut penandatanganan kontrak ini mengubah status rencana menjadi pekerjaan nyata. Menurut dia, kondisi geografis Indonesia yang kepulauan membuat distribusi tidak bisa mengandalkan transportasi darat semata.

"Dengan ditandatanganinya kontrak pembelian, kami masuk ke tahap implementasi. Kami ingin membangun sistem logistik yang menghubungkan laut dan udara sehingga hasil perikanan dari wilayah-wilayah kepulauan dapat bergerak lebih cepat menuju pasar," kata Erwanto.

Kecepatan menjadi pertimbangan utama lantaran komoditas seperti ikan segar, tuna kualitas ekspor, dan live seafood memiliki nilai ekonomi yang sangat bergantung pada kesegaran. Produk-produk ini tidak bisa menunggu lama di pelabuhan sebelum sampai ke pembeli.

Bukan Sekadar Pesawat, tapi Bagian dari Rantai Pasok

Direktur Utama PT BIBU Agro Maritim, Anak Agung Ngurah Alit Kakarsana, menegaskan bahwa N219 Amfibi diposisikan sebagai penghubung antara wilayah produksi dan pasar. Pesawat ini bukan sekadar alat angkut, melainkan bagian integral dari sistem distribusi komoditas laut.

"Produk seperti live seafood dan tuna kualitas sashimi-grade membutuhkan sistem distribusi yang cepat agar memperoleh nilai terbaik di pasar," ujar Kakarsana.

Kemampuan N219 Amfibi yang bisa mendarat di darat maupun permukaan air menjadi nilai lebih. Wilayah produksi perikanan yang tidak memiliki bandara konvensional tetap bisa dijangkau, sehingga rantai pasok dari pulau-pulau kecil ke pasar besar menjadi lebih pendek.

Momentum Komersialisasi N219 di Pasar Domestik

Kontrak ini menambah deretan pengguna N219 dari sektor swasta. Sebelumnya, pada 5 Mei 2026, PTDI meneken kontrak penjualan empat unit N219 dengan PT Mitra Aviasi Perkasa (MAP) yang menjadi kontrak perdana untuk pasar komersial domestik.

Direktur Utama PTDI, Marsda TNI (Purn.) Gita Amperiawan, menilai bertambahnya operator swasta menandakan N219 mulai diterima sebagai solusi konektivitas, bukan hanya produk teknologi.

"Kontrak ini menunjukkan bahwa N219 bukan hanya sebuah produk teknologi, tetapi mulai menjadi solusi nyata bagi kebutuhan konektivitas Indonesia," kata Gita.

Kebutuhan pesawat yang mampu melayani wilayah kepulauan dengan infrastruktur terbatas masih besar. Pengembangan pasar N219 disebut membutuhkan keterlibatan operator, pengguna jasa, pemerintah, dan sektor swasta.

Terhubung dengan Rencana Bandara Internasional Bali Utara

Dalam rencana pengembangan, armada N219 Amfibi milik BIBU Panji Sakti juga dikaitkan dengan ekosistem ekonomi biru dan rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan, Buleleng. Konsep konektivitas laut-udara ini dirancang untuk memastikan hasil perikanan dari Indonesia Timur bisa bergerak cepat menuju pusat perdagangan internasional.

N219 Amfibi sendiri memiliki kapasitas hingga 19 penumpang dan dapat dikonfigurasi untuk angkutan kargo, evakuasi medis, patroli maritim, hingga misi pencarian dan pertolongan (SAR). Fleksibilitas ini dinilai relevan dengan karakter Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dengan akses transportasi yang tidak merata.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: balisatuberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top