BALI — Lima penghargaan yang diterima emiten berkode saham UNTR itu terdiri dari dua kategori tertinggi. UT meraih predikat Gold untuk kategori Hydro Smart Innovation dan Eco-Cycle Innovation, serta Gold untuk kategori Ecosystem Protection. Adapun dua penghargaan lainnya adalah Silver untuk kategori Community Development dan Bronze untuk kategori Eco-Hazard Innovation.
Corporate Communications and Sustainability Division Head UT, Dianwahyu Sri Purnomo, mengatakan penghargaan ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis. "Pencapaian ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi UT untuk terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek kegiatan perusahaan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/8).
Hydro Smart Innovation yang meraih Gold merupakan program pengelolaan air cerdas yang diterapkan di area operasional tambang. Program ini dirancang untuk memastikan ketersediaan air bersih sekaligus menjaga kualitas air di lingkungan sekitar tambang.
Sementara itu, Eco-Cycle Innovation menonjolkan upaya UT dalam mengelola limbah dan menerapkan ekonomi sirkular. Perusahaan berupaya memaksimalkan daur ulang material agar limbah operasional tidak berakhir di tempat pembuangan akhir sembarangan.
Kategori Ecosystem Protection dengan predikat Gold mengapresiasi langkah UT dalam menjaga keanekaragaman hayati di wilayah konsesi. Termasuk di dalamnya upaya rehabilitasi lahan pascatambang dan perlindungan habitat satwa liar.
Penghargaan Silver untuk Community Development diberikan atas program pemberdayaan masyarakat sekitar tambang. Program ini mencakup pengembangan usaha mikro, pelatihan keterampilan, hingga peningkatan akses pendidikan bagi warga.
Adapun Bronze untuk Eco-Hazard Innovation mengakui inovasi UT dalam memitigasi risiko lingkungan dan kesehatan kerja. Langkah ini mencakup sistem pemantauan kualitas udara serta penanganan material berbahaya secara lebih aman dan terkontrol.
EPSA 2026 merupakan ajang tahunan yang mempertemukan perusahaan, akademisi, dan pelaku industri untuk berbagi solusi praktik terbaik demi mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Proses seleksi dimulai dari penilaian makalah, dilanjutkan sesi presentasi, hingga puncaknya penganugerahan penghargaan.
Acara ini turut dihadiri Kepala Diskominfo Kota Semarang Didik Dwi Hartono, Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Suharnomo, serta Dekan Fakultas Teknik Undip Prof. Dr. Ir. Jamari. Kehadiran para pejabat publik dan akademisi menegaskan kredibilitas ajang ini sebagai barometer praktik keberlanjutan korporasi di Indonesia.
Dianwahyu menambahkan, UT akan terus mengembangkan inisiatif serupa melalui inovasi dan kolaborasi. "Melalui inovasi dan kolaborasi, UT akan terus mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya masa depan yang lebih berkelanjutan," pungkasnya.
Bagi investor dan publik, deretan penghargaan ini menjadi sinyal positif bahwa UT tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai anak usaha Grup Astra, UT terus berupaya menjadi standar baru industri alat berat dalam hal operasional ramah lingkungan.