Angka stunting di Kabupaten Gianyar, Bali, kembali menunjukkan tren penurunan signifikan dengan prevalensi balita terindikasi stunting mencapai 3,8 persen pada 2025. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengapresiasi kerja keras kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dinilai berperan besar dalam capaian ini, meski mereka bekerja tanpa imbalan finansial.
GIANYAR — Prevalensi balita terindikasi stunting di Kabupaten Gianyar tercatat 3,8 persen pada 2025, atau sebanyak 991 balita dari total 25.896 balita yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Capaian ini melanjutkan tren positif penurunan angka tengkes di kabupaten yang berjuluk Kota Seni tersebut.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Gianyar turun dari 6,3 persen pada 2022 menjadi 5,4 persen pada 2024. Angka itu menempatkan Gianyar sebagai daerah dengan prevalensi stunting terendah kedua di Indonesia, di bawah Kabupaten Klungkung yang mencatatkan 5,2 persen.
Peran Kader PKK di Balik Capaian Penurunan Stunting
Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyebut capaian dua terbaik nasional tersebut tidak lepas dari kerja keras para kader PKK. Menurutnya, pendampingan dan edukasi yang diberikan kader kepada masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program penurunan stunting di daerahnya.
"Stunting berturut-turut menjadi dua terbaik nasional. Ini tidak lepas dari kerja PKK. Kami bekerja maksimal, tulus dan tidak mengenal lelah," kata Mahayastra di Gianyar, Jumat.
Apresiasi diberikan kepada seluruh kader PKK mulai tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga banjar atau setingkat dusun. Bupati menilai dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan di Gianyar patut diacungi jempol, terlebih banyak program yang dijalankan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"PKK ini tidak digaji, tetapi semangat dan kerja kerasnya mengalahkan yang bergaji," imbuhnya.
Program PKK Diselaraskan dengan Asta Cita
Ketua Tim Penggerak PKK Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menambahkan, peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 menjadi momentum refleksi atas berbagai program yang telah dilaksanakan. Pihaknya juga mengevaluasi capaian serta memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Surya Adnyani yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gianyar itu mengajak para kader memperkuat kebersamaan guna mendorong sepuluh program pokok PKK selaras dengan program pemerintah pusat, yaitu Asta Cita. Ia menekankan pentingnya kerja nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga.
"Mari kuatkan 10 Program Pokok PKK, selaraskan dengan Asta Cita melalui kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kader PKK boleh berganti, zaman boleh berubah, tantangan boleh semakin besar, tetapi semangat pengabdian tidak boleh berhenti," kata dia.
Kontribusi PKK dalam Pembangunan Gianyar
Mahayastra menegaskan kontribusi PKK dalam proses kemajuan Gianyar terbilang besar. Beragam program pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat hingga tingkat desa tidak terlepas dari dukungan dan keterlibatan para kader.
Di tingkat provinsi, Bali sendiri menjadi daerah dengan angka prevalensi balita stunting terendah di Indonesia. Realisasinya mencapai 8,7 persen berdasarkan hasil SSGI 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI.