Pencarian

HUT Ke-25 Partai Demokrat di Denpasar, Gus Cilik Ajak Warga dan Pemkot Bahu-membahu Atasi Sampah dan Banjir

Minggu, 23 Agustus 2026 • 14:18:31 WIB
HUT Ke-25 Partai Demokrat di Denpasar, Gus Cilik Ajak Warga dan Pemkot Bahu-membahu Atasi Sampah dan Banjir
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Denpasar, Drs. A.A. Asmara Putra, menghadiri perayaan HUT Ke-25 Partai Demokrat di Denpasar, Minggu (23/8/2026).

DENPASAR — Ketua DPC Partai Demokrat Kota Denpasar, Drs. A.A. Asmara Putra, menegaskan pentingnya sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan anggota dewan di Bali untuk menjaga alam. Hal ini ia sampaikan di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-25 Partai Demokrat yang berlangsung di Denpasar, Minggu (23/8/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Cilik ini mengingatkan bahwa Kota Denpasar pernah mendapatkan "kode" dari alam melalui peristiwa banjir. Menurutnya, momen ini harus menjadi pelajaran kolektif untuk mencegah bencana serupa terulang kembali.

"Sekarang kita agar bisa mengantisipasinya, jangan sampai alam kembali memberikan pelajaran. Kita harus mencintai alam yang kita miliki sekarang ini," ungkapnya kepada awak media, Minggu (23/8/2026).

Lomba Kerakyatan dan Penanaman 25 Pohon

Rangkaian HUT Ke-25 Partai Demokrat kali ini tidak hanya diisi acara seremonial. Sejumlah lomba kerakyatan digelar untuk mempererat keakraban antara kader partai dan warga sekitar.

"Lomba-lomba kerakyatan ini menjadi wujud nyata bersama anggota pengurus DPC Partai Demokrat Kota Denpasar hingga DPD Partai Demokrat, dengan masyarakat," jelas Gus Cilik.

Sebagai simbol kecintaan terhadap lingkungan, sebanyak 25 pohon juga akan ditanam di lingkungan DPC Partai Demokrat Kota Denpasar. Aksi ini merupakan bagian dari instruksi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono untuk melakukan kegiatan sosial bersih-bersih dan penanaman pohon secara serentak.

Persoalan Sampah: Dari Hulu ke Hilir

Gus Cilik menyoroti bahwa masalah sampah merupakan persoalan klasik yang dihadapi hampir semua kota di dunia, tidak hanya Denpasar. Ia mengkritisi kebiasaan manusia yang cenderung membuang barang yang tidak terpakai tanpa memilahnya terlebih dahulu.

"Apalagi terkait masalah plastik itu, sehingga Pemerintah Kota Denpasar patut kita apresiasi, Bapak Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara. Beliau menyarankan untuk apa? Pembersihan sebelum dibuang ke TPA, itu dibersihkan, dipilah dulu di rumah," tegasnya.

Gus Cilik juga mendorong pengelolaan sampah organik secara mandiri di tingkat rumah tangga. Namun, ia mengakui ada kendala teknis di lapangan, terutama bagi warga yang memiliki lahan terbatas.

"Tapi kendalanya kan seperti saya sampaikan tadi bahwa orang yang punya tanah sepetak ya, setengah are, di mana dia bikin apa? Tempat sampah modern seperti itu tidak akan bisa. Jadi, dimaksimalkan nanti," tuturnya.

Legislatif Belajar dari Kota Lain

Menghadapi keterbatasan tersebut, Gus Cilik menyebut jajaran legislatif Kota Denpasar telah melakukan studi banding ke sejumlah kota di Jawa untuk mempelajari pengelolaan sampah yang lebih modern. Hasilnya, pengadaan mesin pemilahan sampah dinilai menjadi salah satu solusi yang efektif.

"Di Denpasar sudah itu, khususnya di Padang Sambian juga ada Padang Sambian Kaja itu sudah ada mesin dan pemilahan sampah itu sudah ada," tandasnya.

Ia menegaskan, penyelesaian masalah sampah dan pencegahan banjir tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu ada bahu-membahu antara masyarakat, pemerintah, dan legislatif untuk menuntaskan persoalan ini.

"Khususnya bersih-bersih, di mana alam sudah mewarning kita, khususnya di Denpasar, bahkan ada korban jiwa. Ya adanya banjir dan sebagainya itu akibat sampah juga," pungkasnya.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pilarbalinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks