BALI — Venice4Palestine, kolektif yang menggagas petisi tahun lalu, kembali melayangkan surat terbuka pada Jumat (29/8) kepada penyelenggara Venice Biennale, Venice International Film Festival, serta para profesional film dan budaya. Surat itu menyerukan "aksi konkret" untuk Palestina, menyusul seruan serupa yang tahun lalu meminta panitia menarik undangan untuk Gerard Butler dan Gal Gadot.
Hingga berita ini ditulis, pihak festival belum memberikan tanggapan resmi atas surat terbuka tersebut.
Surat itu juga menyoroti kehadiran dua film Palestina dalam seleksi resmi festival tahun ini. Citizen Osama karya Ahmed Hassouna mengikuti seorang fotografer yang berupaya menyeimbangkan peran sebagai ayah dan jurnalis di tengah realitas perang di Gaza. Sementara Conversation with the Sea garapan Muayad Alayan berkisah tentang Kamal, pria Palestina berusia 60 tahun yang tersangkut birokrasi Israel yang rumit.
Kolektif tersebut turut meminta bendera Palestina dikibarkan sepanjang festival sebagai penanda kehadiran kedua karya itu di program resmi.
Venice bukan kali ini saja menjadi panggung film bernuansa politik. Tahun lalu, The Voice of Hind Rajab arahan Kaouther Ben Hania yang berlatar Gaza meraih Silver Lion setelah mendapat standing ovation selama 22 menit—rekor terlama dalam sejarah festival.
Tahun ini, dokumenter Naza dari Yuval Abraham dan Rachel Szor—duet di balik No Other Land—resmi masuk kompetisi utama pada Senin (25/8). Film yang dibidik di atap-atap Tel Aviv pada malam hari ini disebut dalam sinopsis resminya memaparkan "secara detail sistem di balik pembunuhan massal warga sipil Palestina di Gaza yang dilakukan Israel secara terukur." Kehadirannya diprediksi memanaskan atmosfer politik festival.
Selain Waters dan Ernaux, surat terbuka ini turut ditandatangani sutradara Isabel Coixet, Matteo Garrone, Céline Sciamma, serta aktor Saleh Bakri. Dari Italia, nama-nama seperti Anna Foglietta, Fabrizio Gifuni, Greta Scarano, Jasmine Trinca, dan Luigi Lo Cascio juga ikut meneken. Fotografer Nan Goldin, penulis skenario Paul Laverty, dan sineas Teona Strugar Mitevska melengkapi daftar pendukung.
Kolektif ini juga mengumumkan panel bertajuk And Yet Gaza Continues to Burn – What Is the Point of Seeing if We Do Not Act? yang akan digelar pada 8 September di bawah naungan Giornate degli Autori, atau Venice Days. Diskusi ini menghadirkan pakar hukum internasional dan perwakilan Global Sumud Flotilla, kelompok yang berupaya mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur laut.
Venice Film Festival ke-83 sendiri berlangsung pada 2–12 September di kota Venesia, Italia.