Satelit Radar China Petakan Lokasi Runtuhnya Gletser Nepal Hanya dalam Hitungan Jam

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:03:01 WIB
Citra satelit radar China memperlihatkan area runtuhnya gletser di perbatasan Nepal-China yang memicu banjir bandang pada Rabu (26/8).

BALI — Bencana longsoran es dan batuan di kawasan Himalaya pada Rabu (26/8) memicu banjir bandang yang menghantam wilayah perbatasan Nepal-China. Perusahaan satelit berbasis di Beijing merespons cepat dengan mengerahkan enam satelit radar hanya beberapa jam setelah kejadian untuk memetakan area terdampak.

Citra yang dihasilkan menunjukkan area keruntuhan besar di jalur pegunungan terpencil tersebut. Gambar dari satelit Dongpo yang diambil pada 27 Agustus memperlihatkan jalur luncuran material, titik awal keruntuhan, hingga kondisi terkini Gyirong Port di Shigatse, Tibet.

Mengapa Radar Lebih Efektif dari Kamera Satelit Biasa

Pengamatan menggunakan sensor optik kerap terkendala di pegunungan Himalaya karena tertutup awan dan kabut. Sinyal radar memiliki keunggulan karena mampu menembus hambatan tersebut tanpa bergantung pada cahaya matahari.

Teknologi ini memungkinkan perubahan permukaan tanah dipetakan dengan presisi tinggi meski cuaca buruk. Tim penyelamat bisa mendapatkan gambaran medan terbaru, jalur material longsor, dan kerusakan infrastruktur tanpa harus masuk ke zona berbahaya lebih dulu.

Kerusakan Parah di Gyirong Port, Tibet

Dampak bencana paling parah terlihat di Gyirong Port. Citra tiga dimensi yang dirilis China memperlihatkan bangunan, jalan, dan jembatan yang sebelumnya terekam sebelum bencana kini tidak bisa dikenali lagi.

Pemerintah China mengerahkan sumber daya satelit dan drone untuk mendukung operasi penyelamatan. China National Space Administration (CNSA) menyatakan hingga Kamis sore telah menyerahkan lima citra sebelum bencana dan 10 citra setelah bencana kepada lembaga terkait untuk penilaian dampak dan mitigasi.

Kemajuan Observasi Bumi China

Pengerahan enam satelit dalam waktu singkat menunjukkan perkembangan pesat kemampuan observasi Bumi China. Teknologi yang dulu identik dengan kepentingan pemerintah dan militer kini semakin terbuka bagi perusahaan antariksa komersial.

Respons cepat ini membuktikan satelit dapat diandalkan untuk memantau bencana dan perubahan permukaan Bumi secara real-time, terutama di wilayah terpencil yang sulit diakses lewat jalur darat.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top