Rupiah Tembus Rp17.753, Sentuh Level Terlemah dalam Setahun Terakhir

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 02 September 2026 | 23:46:31 WIB
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.753 per dolar AS, terlemah dalam setahun terakhir.

BALI — Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS di pasar global, seiring ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed yang masih hawkish. Data terbaru menunjukkan posisi dolar terhadap rupiah telah menguat signifikan dalam enam bulan terakhir. Kondisi ini mencerminkan derasnya arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik.

Rupiah Terus Tertekan Sepanjang Sesi Perdagangan

Pergerakan rupiah hari ini tercatat berada dalam rentang yang lebar, yakni Rp17.713 hingga Rp17.774,1. Titik tertinggi yang dicapai pada pagi hari sekaligus menjadi level terlemah rupiah sepanjang tahun berjalan. Pelaku pasar tampak masih dominan memegang dolar AS di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Data Investing.com menunjukkan depresiasi rupiah terjadi hampir di semua rentang waktu pengamatan. Dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah sudah terpangkas 0,30%. Secara harian, rupiah melemah 0,11% dari posisi penutupan kemarin di level Rp17.695,8.

Fundamental Domestik Masih Menopang di Tengah Badai Dolar

Di tengah tekanan harian yang deras, data periode menengah justru menunjukkan ketahanan rupiah yang relatif lebih baik. Dalam sebulan terakhir, rupiah tercatat masih menguat 1,36% terhadap dolar AS. Penguatan ini mengindikasikan adanya aliran modal yang masuk ke instrumen domestik berimbal hasil menarik pada periode sebelumnya.

Bahkan dalam tiga bulan, apresiasi rupiah masih tercatat positif di level 0,46%. Namun, tren positif jangka pendek tersebut mulai dibayangi pelemahan struktural yang cukup dalam. Dalam enam bulan terakhir, nilai tukar rupiah sudah terdepresiasi hingga 5,02%, dan melemah 7,62% secara tahunan.

Artinya, meskipun sempat mengalami reli pada bulan-bulan sebelumnya, tekanan jual terhadap rupiah kembali mendominasi.

Faktor Eksternal Jadi Biang Kerok Pelemahan

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal, terutama menguatnya dolar AS secara global. Investor global cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia. Mereka memilih berlindung di aset safe haven.

Pelemahan rupiah yang konsisten ini berpotensi memicu kenaikan harga barang impor dan memberi tekanan tambahan pada inflasi domestik. Bagi pelaku usaha yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS, depresiasi rupiah juga meningkatkan beban pembayaran cicilan.

Arah Pergerakan Selanjutnya

Dengan level psikologis Rp17.700 yang sudah ditembus, pasar kini mencermati potensi pelemahan lanjutan. Level support terdekat berada di kisaran Rp17.774. Jika ditembus, bukan tidak mungkin rupiah akan menguji level Rp17.800 yang merupakan titik terlemah sepanjang sejarah.

Sebaliknya, resistance terdekat berada di area Rp17.713 yang merupakan level pembukaan perdagangan pagi ini. Para pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS dan pernyataan pejabat The Fed pada pekan ini. Hal tersebut dapat mempengaruhi arah kebijakan suku bunga global dan pergerakan dolar AS selanjutnya.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Usman Harun
Sumber: listrikindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top