Pencarian

Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran Target 55 MW, Eksplorasi Dimulai 2029

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 17:33:01 WIB
Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran Target 55 MW, Eksplorasi Dimulai 2029
Pemerintah menargetkan pengeboran eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran pada akhir 2028 atau awal 2029 untuk membuktikan cadangan energi.

BALI — Gunung Ungaran selama ini dikenal sebagai destinasi pendakian favorit dengan pemandangan tiga kota, yakni Semarang, Ambarawa, dan Salatiga. Namun, di balik hamparan hutan tropis dan jalur setapak yang menantang, kawasan seluas 29.800 hektare ini ternyata menyimpan potensi energi besar yang sedang dipelajari pemerintah untuk pembangkit listrik.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah memproyeksikan potensi panas bumi di gunung ini mampu menghasilkan listrik hingga 55 MW. Sebagai perbandingan, kapasitas ini setara dengan kebutuhan listrik untuk puluhan ribu rumah tangga, meski proses untuk mewujudkannya masih panjang.

Mengapa Butuh Waktu hingga 2031?

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, menjelaskan bahwa tahap awal yang krusial adalah pembuktian cadangan melalui pengeboran eksplorasi. Sumur yang dibutuhkan diperkirakan mencapai kedalaman 1.900 hingga 2.200 meter untuk memastikan besarnya sumber daya panas bumi di bawah Gunung Ungaran.

“Untuk membuktikan adanya potensi panas bumi, perlu dilakukan pengeboran. Namun, tentunya seluruh fase-fase perizinan harus terpenuhi. Jika sesuai timeline, maka pengeboran akan dilakukan pada akhir 2028, atau di awal 2029,” ujar Dwi dalam keterangannya, Jumat (28/8).

Jalur birokrasi memang menjadi penentu utama. Setelah terbit Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026 yang mendelegasikan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) kepada PT PLN (Persero), masih ada sederet syarat yang wajib dipenuhi. Mulai dari Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), hingga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Belum lagi kewajiban untuk menggelar public hearing dengan warga di sekitar lokasi proyek. Jika seluruh tahapan berjalan mulus, pembangkit ditargetkan beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD) pada 2031 dengan nilai investasi mencapai 300 juta dolar AS.

Listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali).

Peta Panas Bumi Jawa Tengah: Dieng Paling Maju

Gunung Ungaran bukan satu-satunya titik panas bumi di Jawa Tengah. Provinsi ini memiliki sejumlah kawasan dengan potensi serupa, dan tingkat perkembangannya berbeda-beda. Berikut status terbarunya:

1. Dieng

Proyek paling maju. Pembangkit Panas Bumi (PLTP) Dieng telah beroperasi dengan kapasitas 70 MW. Pengembangan fase kedua sebesar 55 MW masih berjalan.

2. Umbul Telomoyo

Masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Belum ada kegiatan konstruksi.

3. Jenawi, Baturraden, dan Guci

Ketiga kawasan ini belum menunjukkan perkembangan berarti. Dwi menyebut Baturraden dan Guci masih off, sementara Jenawi belum ada kegiatan lanjutan.

“Yang sudah beroperasi di Dieng 70 MW, on progress fase dua 55 MW. Di Jenawi belum ada kegiatan lagi, di Umbul Telomoyo sudah ada sosialisasi-sosialisasi, Baturraden masih off, di Guci juga masih off,” kata Dwi.

Apa Artinya bagi Wisatawan?

Bagi pendaki dan wisatawan, proyek ini masih berada di tahap studi dan perizinan. Aktivitas wisata di Gunung Ungaran, seperti pendakian via jalur Basecamp Mawar atau jalur lainnya, belum terpengaruh oleh rencana pengeboran.

Kawasan Gunung Ungaran tetap menjadi pilihan menarik untuk healing akhir pekan dengan udara sejuk khas dataran tinggi. Namun, jika Anda berencana berkunjung dalam beberapa tahun ke depan, pantau terus informasi resmi dari Dinas ESDM Jateng atau pengelola wisata setempat untuk mengetahui perkembangan proyek dan potensi penyesuaian akses di area tertentu.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks