SINGARAJA — Pra-Porprov Buleleng 2026 tidak digelar sekadar untuk mencari juara. Ajang ini dirancang sebagai tahapan pembinaan untuk mengukur kemampuan atlet, mengevaluasi hasil pembinaan, sekaligus memetakan kekuatan tiap cabang olahraga di Buleleng.
Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembinaan yang dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Dari situ diharapkan muncul gambaran objektif soal kekuatan atlet dan cabang olahraga.
“Pra-Porprov bukan sekadar pertandingan atau seleksi untuk mencari juara. Ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan atlet, mengevaluasi pembinaan, memetakan kekuatan masing-masing cabang olahraga, dan menemukan potensi yang bisa dipersiapkan menuju prestasi lebih tinggi,” ujarnya.
Pra-Porprov Buleleng 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 9 September hingga 15 Desember 2026. Pada pembukaannya, kegiatan ini melibatkan 48 Pengkab cabang olahraga serta sembilan Koordinator KONI Kecamatan se-Buleleng.
Hasil Pra-Porprov akan menjadi salah satu bahan menyusun pemetaan atlet bayangan menuju Porprov Bali XVII. Pemetaan dinilai penting karena Buleleng tidak hanya dituntut sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga harus menunjukkan prestasi saat menjadi tuan rumah.
“Prestasi tidak lahir dalam satu hari. Karena itu, proses pembinaan harus konsisten. Atlet dipersiapkan, pelatih ditingkatkan kapasitasnya, organisasi diperkuat, dan pembinaan semakin didukung data serta tata kelola yang baik,” kata Supriatna.
Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, menegaskan Pra-Porprov harus dimanfaatkan sebagai tahapan penting menyiapkan kekuatan Buleleng menuju Porprov Bali XVII 2027. Menurutnya, ajang tersebut tidak semata-mata menjadi arena menentukan siapa yang menang dan kalah.
“Jadikan Pra-Porprov ini sebagai ruang untuk mengukur kemampuan, memetakan kekuatan, mengevaluasi pembinaan, dan menemukan atlet-atlet potensial Buleleng,” tegasnya.
Sutjidra meminta pengurus cabang olahraga tidak hanya mengandalkan atlet yang sudah berprestasi. Potensi atlet muda perlu diberi ruang berkembang melalui pembinaan berkelanjutan.
“Berikan kesempatan kepada mereka yang muda, berikan ruang kepada mereka yang mau bekerja keras, dan berikan pembinaan kepada mereka yang memiliki semangat untuk membawa nama Buleleng,” ujarnya.
Pembukaan Pra-Porprov tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas). Sutjidra mengatakan Haornas hendaknya tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum menghidupkan dan membudayakan olahraga di tengah masyarakat.
Ia menilai olahraga berperan penting membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, tangguh, berkarakter, percaya diri, dan berprestasi. Proses menuju prestasi, katanya, butuh latihan panjang, disiplin, kerja keras, serta kemampuan bangkit dari kegagalan.
Dalam konteks Porprov Bali XVII 2027, Sutjidra menekankan Buleleng harus mengejar dua target sekaligus, yakni sukses sebagai tuan rumah dan sukses dalam prestasi.
“Jangan sampai kita hanya sukses menjadi tuan rumah, tetapi gagal dalam prestasi. Sebaliknya, jangan pula kita hanya mengejar prestasi, tetapi mengabaikan kualitas penyelenggaraan. Keduanya harus berjalan bersama,” katanya.
Pemkab Buleleng berkomitmen memberikan dukungan terhadap kemajuan olahraga sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Dukungan itu tidak hanya berupa anggaran, tetapi juga penguatan fasilitas olahraga serta pembinaan atlet dan pelatih.
Sutjidra mengingatkan para atlet dan pelatih untuk memiliki kebanggaan sebagai "Patriot Buleleng". Ketika turun bertanding membawa nama daerah, atlet tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga keluarga, klub, cabang olahraga, Buleleng, hingga Bali.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat pembinaan dan menemukan talenta-talenta yang bisa menjadi kekuatan Buleleng pada Porprov Bali XVII 2027,” tutup Sutjidra.