BALI — "Dimandatkan bahwa kami bisa melakukan very long term investment, dan kami juga bisa mengambil return yang di bawah commercial. So we can give concessional financing," kata Rachmat dalam acara HHP Law Firm bertajuk Mobilizing Capital and Strategic Certainty for Indonesia's Next Growth Phase di Jakarta, Rabu (9/9).
Tiga Sektor Prioritas dalam Pipeline
Dari 12 proyek tersebut, beberapa yang sudah masuk ranah publik antara lain Mobil Nasional (Mobnas), Motor Listrik Nasional (Molinas), serta gasifikasi batu bara. Ketiganya tergabung dalam sektor kemandirian energi dan air bersama proyek utility-scale solar and storage.
Sektor hilirisasi dan industrialisasi mencakup industri semikonduktor, farmasi, logam tanah jarang, serta tekstil. Sementara sektor infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana diisi proyek giant sea wall, infrastruktur konektivitas, perumahan dan smart cities, serta pengelolaan sampah.
Rachmat menegaskan struktur pembiayaan setiap proyek masih dikaji. DDMF akan mengikuti Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Investasi Pembangunan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, yang mewajibkan pre-feasibility study, feasibility study, hingga penyusunan struktur pembiayaan sebelum eksekusi.
"Jadi hari ini belum bisa saya sampaikan dulu struktur, tempatnya seperti apa, tapi nanti kita atur memang tujuan kami adalah mengkatalis dana dari kami dan juga dari private sector," ujarnya.
Gasifikasi Batu Bara Dinilai Angkat Nilai Tambah
Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, menilai sejumlah proyek dalam pipeline berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi bila terealisasi. Gasifikasi batu bara, menurutnya, dapat menaikkan nilai tambah komoditas di dalam negeri — mirip pola hilirisasi nikel.
"Kalau proses gasifikasi akhirnya mirip dengan nikel. Yang tadinya kita raw material, kemudian sekarang kita olah sehingga ada nilai tambahnya," kata Firman.
Dia menambahkan, pengembangan mobil dan motor listrik nasional akan memberi dampak ekonomi lebih besar jika ekosistem industrinya dibangun di dalam negeri. Indonesia sudah memiliki ekosistem kendaraan listrik yang berkembang, dan penguatan komponen serta rantai pasok domestik akan menahan nilai tambah tetap di dalam negeri.
Konsolidasi BUMN Jadi Kunci Kapasitas Investasi
Firman juga menyoroti peran konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) dalam mendukung pembiayaan proyek strategis. Kontribusi BUMN terhadap perekonomian tergolong besar, tetapi produktivitas sejumlah perusahaan masih perlu ditingkatkan.
Melalui konsolidasi, BUMN diharapkan memiliki skala bisnis lebih besar, beroperasi lebih efisien, dan lebih lincah. Dampaknya, kapasitas investasi pemerintah untuk menopang proyek-proyek prioritas nasional ikut terdongkrak.
Langkah DDMF menggarap 12 proyek ini menjadi ujian awal bagi Danantara dalam menarik dana swasta ke proyek yang secara komersial kurang menarik, tetapi berdampak luas bagi perekonomian. Kejelasan struktur pembiayaan tiap proyek akan menentukan seberapa cepat pipeline tersebut berubah menjadi pembangunan nyata.