Khosla Ventures Buka Kantor Perdana di Luar Sand Hill Road, Pilih New York

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 12 September 2026 | 13:02:31 WIB
Keith Rabois mengonfirmasi rencana pembukaan kantor Khosla Ventures di New York saat berbicara di acara StrictlyVC.

BALI — Keith Rabois mengonfirmasi rencana ekspansi tersebut saat berbicara di acara StrictlyVC yang digelar TechCrunch di West Village, New York. Ia menyebut kantor baru itu tengah dalam proses pembangunan dan dijadwalkan beroperasi musim gugur tahun ini.

"It's actually allegedly being built out now," ujar Rabois. "We'll see. This fall opening date is very vague in my mind."

Bukan Langkah Kecil bagi Khosla Ventures

Selama ini Khosla Ventures dikenal sebagai firma yang beroperasi dari Menlo Park, California. Rabois sendiri menghabiskan sebagian besar kariernya di industri modal ventura dengan basis di kawasan tersebut.

Keputusan membuka kantor di New York menjadi signifikan karena perusahaan bahkan belum memiliki kantor di San Francisco. "We don't even have an SF office, so this is a very big step for us," kata Rabois.

Kantor New York ini akan diisi oleh sejumlah investor Khosla, termasuk Rabois sendiri.

Executive Briefing Center Jadi Daya Tarik Utama

Fitur yang membedakan kantor ini dari cabang firma ventura lain adalah apa yang Rabois sebut sebagai executive briefing center. Ruang tersebut dirancang untuk mempertemukan 10 hingga 12 perusahaan portofolio dengan satu perusahaan Fortune 500, empat hari dalam sepekan.

"The portfolio companies love this," ujarnya kepada peserta acara. "They get pilots and customers, and so it's going to be a very vibrant office because of that."

Model ini memberi perusahaan portofolio akses langsung ke calon pelanggan korporat, sekaligus menciptakan aktivitas rutin di kantor baru tersebut.

Rabois Pindah ke Pantai Timur

Pengumuman kantor baru ini muncul beberapa bulan setelah Rabois sendiri pindah ke East Coast. Ia memutuskan pindah untuk lebih dekat dengan suaminya, Jacob Helberg, yang menjabat sebagai Under Secretary of State for Economic Growth, Energy, and the Environment, serta anak-anak mereka yang saat ini berbasis di Washington, D.C.

Kepindahan itu memunculkan pertanyaan apakah New York punya kepadatan talenta setara Bay Area. Rabois menjawabnya bergantung pada tingkat senioritas.

Untuk talenta junior, ia tak ragu. "Individual contributor level, right out of school, absolutely," katanya, merujuk pada Ramp, perusahaan fintech yang berulang kali ia danai. Menurutnya, Ramp berhasil membangun kepadatan talenta dari lulusan baru dan kelas intern.

Untuk engineer senior dan arsitek, Rabois mengakui itu tantangan. "Senior engineers, architect-level — no, I think that's a challenge," ujarnya. Ia menambahkan bahwa di era modern, kebutuhan akan orang-orang seperti itu per perusahaan mungkin lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Hambatan Terbesar: Eksekutif Senior dan Kultur Kerja di Kantor

Masalah paling pelik menurut Rabois bukan soal pasokan, melainkan geografi dan gaya hidup. Banyak eksekutif senior di kawasan New York tinggal di luar kota, sehingga perjalanan pulang-pergi ke kantor bisa sangat melelahkan.

"If you have an in-office culture, most of the more senior people that live and reside in the New York area live outside the city, and the commute in and out of the city for an office environment can be very painful," jelasnya.

Rabois sendiri tumbuh di kawasan pinggiran komuter New York. Ia menyebut kereta ekspres ke kota memakan waktu sekitar 32 menit, tetapi banyak orang tinggal dua lingkar lebih jauh. Kondisi itu menyulitkan perekrutan eksekutif berpengalaman yang diharapkan masuk kantor lima hari sepekan.

Solusi Ramp, kata Rabois, adalah menghindari masalah itu sepenuhnya. "We don't hire senior people. We just build from the bottom up, ground up. It's been a very conscious strategy, very intentionally, for the last three years," ujarnya.

Pendekatan itu bisa berjalan, tetapi tidak selalu cukup. Jika perusahaan butuh CFO atau SVP of sales dengan pengalaman dan gravitas, kehadiran penuh di kantor pusat kota menjadi sulit karena biaya hidup untuk membesarkan keluarga di tengah kota sangat tinggi.

Persaingan Talenta New York vs Bay Area

Langkah Khosla menempatkannya dalam kelompok kecil firma ventura Bay Area yang punya kehadiran di New York. Sequoia Capital dan Andreessen Horowitz sudah lama mempekerjakan partner berbasis New York, meski jumlahnya relatif sedikit dibanding kantor Bay Area mereka.

Keputusan ini juga menyusul laporan CBRE bulan lalu yang menemukan New York baru saja menyalip San Francisco Bay Area dalam total jumlah talenta teknologi. Ini pertama kalinya dalam 13 tahun CBRE melacak data tersebut.

Pendorong utamanya adalah perusahaan keuangan yang agresif merekrut talenta AI, sementara perusahaan teknologi di Bay Area melakukan pemangkasan staf.

Meski data itu beredar, belum semua orang di New York percaya. "I heard about that study," kata seorang peserta acara. "I don't buy it."

Kantor Khosla di 14th Street akan menjadi uji nyata apakah kepadatan talenta dan model executive briefing center mampu menjawab keraguan tersebut.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top