BALI — Infinix resmi melanjutkan ekspansi lini tabletnya di Indonesia dengan kehadiran XPad 30 Pro. Produk ini diposisikan sebagai penerus XPad 20 Pro dan menempati segmen harga menengah, bersaing langsung dengan Motorola Moto Pad 60 Neo, Samsung Galaxy Tab A11, dan Xiaomi Redmi Pad 2. Dengan banderol mulai Rp 3.499.000 untuk varian 4GB/128GB dan Rp 4.599.000 untuk 8GB/128GB, pertanyaannya adalah apakah tablet ini menawarkan nilai terbaik di kelasnya atau hanya sekadar daftar spesifikasi di atas kertas.
Layar 11 Inci 2.5K 90Hz: Paling Tajam di Kelasnya?
Bagian paling menonjol dari XPad 30 Pro adalah panel IPS LCD-nya yang berukuran 11 inci dengan resolusi 1600 x 2560 piksel (2.5K). Dengan kerapatan 274 ppi, teks dan gambar terlihat tajam. Tingkat kecerahan puncak 550 nits membuatnya masih cukup terbaca saat digunakan di luar ruangan, meski tidak secemerlang layar OLED pada tablet yang lebih mahal.
Refresh rate 90Hz memberikan sensasi scrolling yang lebih mulus dibandingkan panel 60Hz standar. Ini adalah peningkatan signifikan untuk kenyamanan membaca atau bermain game kasual. Rasio screen-to-body 83% dengan proteksi Panda MN228 juga menjadi nilai tambah di kelas harga ini.
Performa Helio G200 Ultimate: Kencang untuk Sehari-hari, Bukan untuk Gaming Berat
Dapur pacu XPad 30 Pro mengandalkan MediaTek Helio G200 Ultimate yang diproduksi dengan proses 6nm. Chipset ini mengusung konfigurasi octa-core (dual-core Cortex-A76 2,2GHz dan hexa-core Cortex-A55 2GHz) dengan GPU Mali-G57 MC2. Untuk aktivitas harian seperti browsing, streaming, dan produktivitas, performanya terasa responsif dan cukup untuk menangani multitasking.
Namun, perlu dicatat bahwa klaim "kompeten" dari Laptophia perlu diverifikasi lebih lanjut. GPU Mali-G57 MC2 adalah unit kelas menengah. Untuk game berat seperti Genshin Impact atau Honkai: Star Rail, Anda mungkin harus menurunkan pengaturan grafis ke medium untuk mendapatkan frame rate yang stabil. Ini bukan tablet gaming, melainkan perangkat multimedia yang kebetulan bisa menjalankan game.
Baterai 8200mAh dan Fast Charging 18W: Daya Tahan Baik, Pengisian Lambat
Kapasitas baterai 8200mAh adalah salah satu keunggulan utama produk ini. Dalam penggunaan campuran—menonton video, browsing, dan sesekali bermain game—tablet ini bisa bertahan hingga dua hari penuh. Fitur bypass charging juga cerdas, memungkinkan Anda bermain sambil mengisi daya tanpa membuat baterai cepat panas.
Sayangnya, pengisian daya hanya didukung fast charging 18W. Mengisi baterai sebesar ini dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu lebih dari tiga jam. Ini adalah kekurangan yang cukup terasa di era pengisian 33W atau 45W sudah umum di HP kelas menengah. Fitur reverse charging ada, namun dengan daya output yang kecil, fungsinya lebih sebagai darurat untuk earbuds.
Kamera dan Fitur AI: Fokus untuk Video Call dan Dokumentasi Ringan
Sektor kamera bukanlah prioritas utama tablet ini. Kamera belakang 8MP dengan autofokus dan LED flash cukup untuk memotret dokumen atau papan tulis saat kuliah. Kamera depan 8MP dengan fixed focus mampu menghasilkan kualitas video call yang cukup baik di kondisi cahaya cukup, namun akan tampak noise saat cahaya redup.
Infinix juga menyematkan rangkaian fitur AI bernama Infinix AI? dengan asisten suara Folax. Fitur seperti AI Writing, AI Image Generator, dan AI-Powered Homework Solver terdengar menarik di atas kertas. Namun, akurasi dan kecepatan pemrosesan fitur-fitur ini di perangkat dengan chipset kelas menengah masih perlu diuji lebih dalam untuk menilai apakah benar-benar fungsional atau sekadar tempelan.
Audio dan Konektivitas: Stereo Speaker Kurang Mumpuni
Dukungan dual stereo speaker dengan DTS 3D surround sound diakui memberikan output suara yang lantang. Namun, dibandingkan kompetitornya yang sudah mulai menerapkan quad speaker, kualitas surround dan kedalaman bass dari XPad 30 Pro terasa kurang imersif untuk menonton film. Tidak adanya jack audio 3,5mm juga bisa menjadi masalah bagi pengguna yang masih mengandalkan headphone kabel.
Konektivitas seluler 4G LTE menjadi nilai jual utama. Dengan slot SIM card, tablet ini bisa digunakan untuk internet di mana saja tanpa bergantung pada hotspot HP, menjadikannya pilihan fleksibel untuk pekerja lapangan atau mahasiswa yang sering berpindah tempat.
Kelebihan dan Kekurangan Infinix XPad 30 Pro
- Kelebihan: Layar 2.5K 90Hz tajam dan cerah untuk kelasnya
- Kelebihan: Performa harian yang mumpuni untuk multitasking dan produktivitas
- Kelebihan: Baterai 8200mAh dengan daya tahan lama dan fitur bypass charging
- Kelebihan: Dukungan stylus dan konektivitas 4G LTE
- Kekurangan: Fast charging 18W terlalu lambat untuk kapasitas baterai sebesar ini
- Kekurangan: Hanya dual speaker, kalah dari kompetitor yang sudah quad speaker
- Kekurangan: Tidak ada jack audio 3,5mm
- Kekurangan: GPU Mali-G57 MC2 kurang bertenaga untuk game berat kelas atas
Verdict: Tablet Multimedia Andal dengan Kompromi yang Jelas
Infinix XPad 30 Pro adalah pilihan menarik bagi mereka yang mengutamakan kualitas layar dan daya tahan baterai dengan budget terbatas. Harga Rp 3,5 juta untuk layar 2.5K dan baterai 8200mAh adalah nilai yang sulit ditandingi. Tablet ini sangat cocok untuk konsumsi media, membaca, dan produktivitas ringan berkat performa Helio G200 Ultimate yang cukup gesit.
Namun, jika prioritas Anda adalah pengalaman gaming yang mulus atau kualitas audio yang imersif, Anda perlu mempertimbangkan opsi lain. Pengisian daya yang lambat juga menjadi catatan penting. XPad 30 Pro adalah pilihan tepat untuk pelajar atau profesional yang butuh perangkat hiburan dan kerja serbaguna, tetapi kurang ideal untuk gamer mobile atau audiophile yang mencari perangkat tanpa kompromi.