BALI — Rivers akan berbagi tugas dengan co-president sekaligus co-editor-in-chief Variety, Ramin Setoodeh, dan koresponden CNN, Elizabeth Wagmeister. Ia mengisi segmen wawancara serta komentar mode selama siaran berlangsung.
Rencana awal Rivers sebenarnya jauh lebih sederhana. Ia semula hanya diminta bergabung lewat Zoom untuk memberi sedikit warna di siaran pra-acara.
"Lalu saya dapat telepon Sabtu atau Minggu [akhir pekan Labor Day], dan mereka bilang, 'Apakah kamu tertarik berada di karpet?' Tanpa berpikir panjang, saya bilang 'Tentu,'" ujar Rivers kepada Variety.
Sepuluh menit kemudian, ia baru menyadari apa yang baru saja disetujuinya. "Tiba-tiba terpikir oleh saya, saya belum berdiri di karpet merah untuk meliput selama 20 tahun," katanya.
Nama Rivers melekat pada tradisi liputan karpet merah bersama ibunya, komedian Joan Rivers. Keduanya meliput untuk E! dan TV Guide Channel sebelum kerja sama itu berakhir pada 2007.
Empat tahun berselang, Joan menyatakan mereka sudah selesai dengan karpet merah. "Kami sudah melakukannya. Tidak menyenangkan lagi," kata Joan saat itu. Melissa sepakat dengan penilaian tersebut.
Meski begitu, keduanya masih membawakan "Fashion Police" di E!. Melissa melanjutkan acara itu setelah Joan meninggal pada 2014, hingga episode terakhirnya pada 2017.
Bagi Rivers, liputan karpet merah kehilangan sisi ringannya dalam dua dekade terakhir. Ia menyoroti momen Golden Globes 2018, ketika para aktris kompak mengenakan busana hitam sebagai bentuk protes.
"Itu bagus, karena ada temanya. Semua orang mengenakan hitam, dan kamu bisa melihat kepribadian mereka lewat pilihan yang dibuat para perempuan itu," ujarnya.
Namun ia menilai titik itulah yang membuat liputan karpet merah berubah menjadi sangat serius dan berorientasi pernyataan. Rivers ingin menariknya kembali ke ranah hiburan.
"Ini sekumpulan orang cantik, berbakat, dan sukses yang berjalan masuk ke sebuah gedung untuk melihat apakah mereka menang. Konsekuensinya cuma, apakah orang suka gaunmu?" katanya.
Ia menyebut dirinya akan mengambil posisi sebagai "ujung dangkal kolam" — bukan tempat bagi mereka yang ingin menyampaikan pernyataan politik. "Kalau kamu mau membuat pernyataan politik, cari posisi lain. Jangan berhenti di saya," tegas Rivers.
Menjelang siaran, Rivers mengaku menerima buku briefing tebal dari CNN. Ia menelusuri alur cerita, para aktor, kategori, hingga daftar presenter untuk menyusun bahan wawancara.
Ia menyebut nama Matthew Rhys sebagai salah satu yang ingin ia ajak bicara. Rhys pernah menang lewat "The Americans", dan kini masuk bursa nominasi lewat "Widow's Bay".
"Kalau saya sempat bicara dengannya, saya mau tanya, mana yang lebih dia sukai secara emosional?" ujar Rivers.
Ia juga berencana melontarkan pertanyaan ringan soal persiapan karpet merah pasangan aktor, termasuk soal siapa yang lebih lama di depan cermin.
Penampilan Rivers di karpet Emmy menandai pergeseran dari liputan mode yang serba serius ke format yang lebih santai. Bagi industri televisi Amerika, kehadirannya mengembalikan gaya komentar karpet merah yang dulu identik dengan era Joan Rivers.